PPC Iklan Blogger Indonesia

Jumat, 27 Mei 2011

AHMADIYAH BUKAN ISLAM DAN ISLAM BUKAN AHMADIYAH

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”. (QS. AL-AHZAB:36)

Ayat di atas kiranya cukup untuk menjelaskan kedududukan AHMADIYAH, Islam adalah agama yang universal dan terbaik; di dalamnya semua diatur, baik urusan hubungan horisontal maupun vertikal; tak terlepas pula masalah umat yang berkategori “menyimpang” seperti Jamaah AhmAdiyah ini. Di dalam Islam hukum tertinggi adalah Al-Qur’an dan As-Sunah, dalam dua pokok hukum Islam tersebut sudah jelas-jelas mengatur mengenai bagaimana umat Islam harus beribadah, bermuammalah dan berkehidupan sehari-hari, yang intinya adalah semua peribadatan adalah mengikut, yaitu mengikut dua ajaran pokok Islam tsb di atas.

AHMADIYAH SESAT

Berbicara mengenai Ahmadiyah; jelas mereka mempunyai Nabi sendiri, kitab suci sendiri, dan cara peribadatan sendiri yang sedikit “mendompleng” dan meniru-niru seolah-olah mirip dengan ISLAM, pada ayat 36 surat Al-Ahzab di atas sudah jelas, bahwa jika ALLAH SWT sudah membuat sebuah ketetapan, maka tidak ada pilihan lain bagi orang ISLAM kecuali untuk mentaatinya; sehingga apabila ada pilihan lain (sebagaimana AHMADIYAH ini) maka mereka (AHMADIYAH) sudah masuk kategori “memiliki pilihan lain ttg urusan mereka”; mereka sudah masuk dalam kategori durhaka, sesat, dan murtad serta menghina dengan tearng-terangan agama Islam karena menganggap Tadzkirah lebih tinggi atau sejajar dengan AL-Qur’an dan Ghulam Ahmad lebih tinggi atau sejajar dengan Rasulullah Muhammad SAW.

KEJADIAN DI JAWA BARAT

Kejadian yang mengakibatkan kematian beberapa warga Ahmadiyah kemarin merupakan wujud akumulasi kegagalan pemerintah dan pembiaran Duri Ahmadiyah Dalam Daging NKRI; bilamana tidak, kasus yang besar karena menyangkut masalah Agama & Keyakinan yg merupakan motor dan penyulut kerusuhan tertinggi di dunia ini dianggap sepele dan remeh temeh oleh pemerintah yang berkuasa, terbukti hanya dengan mengeluarkan SKB 3 Menteri (yang secara terang-terangan mudah untuk dilanggar oleh AHMADIYAH itu sendiri). Bagi warga muslimin yang beradu fisik secara langsung dengan mereka (jamaah ahmadiyah) tidak bisa disalahkan secara mutlak; karena pada hakekatnya mereka adalah menegakkan hukum Islam dan membela kehormatan Islam yg dinistakan oleh Jamaah Ahmadiyah. Memerangi kelompok yang murtad dan menistakan Agama Islam adalah kewajiban bagi setiap Muslim; kalau membunuh tak berdosa dan berpahala; kalau sampai mati terbunuh maka syahid, dan sorga Allah terbuka menganga menerima arwah mujahid dengan senyum terbuka.Akan tetapi tindakan anarkis juga tidak dibenarkan, karena secara langsung akan mempengaruhi secara psikologis di daerah lain, pun bisa dimungkinkan akan mempengaruhi kondisi ekonomi secara makro; terutama dikaitkan dengan kekhawatiran investor untuk menginvestasikan dananya di negeri ini terkait dengan masalah stabilitas keamanan dan politik yang berada pada lampu kuning dan “ketir-ketir”.

PELAJARAN BAGI PEMERINTAH

Seperti dalam film-film India, aparat selalu datang ketika kejadian sudah selesai. Apakah di negeri ini juga demikian? tanpa mengecilkan dan meremehkan semua aparatur negara; fakta selalu membuktikan bahwa negara ini sering kecolongan mengenai hal-hal yang demikian; meskipun beberapa pihak menyatakan memang sengaja dibiarkan dan dipicu sebagai isu pengalihan atas isu yang besar dan sedang diblow-up akhir-akhir ini. Mungkin sedikit mengadopsi slogan P.T Pegadaian “MENGATASI MASALAH TANPA MASLAH” sedikit digubah oleh pemerintah dengan “MENGATASI MASALAH DENGAN MASALAH”. Kita khawatirkan konflik ini sengaja dibiarkan agar sedikit mengaburkan isu KORUPSI, MAFIA HUKUM dan SEGEPOK KEBOHONGAN PEMERINTAH yang disuarakan berbagai tokoh dengan dipelopori oleh TOKOH LINTAS AGAMA INDONESIA yang sedikit meniru Kerajaan Romawi kuno; pada kala itu Pemerintah sedang mengalami titik nadir krisis kepercayaan rakyat terhadap pemerintah terkait kasus korupsi dan kemakmuran negaranya, maka dibuatlah isu pengalihan dengan menelurkan ARENA OLYMPIC DENGAN MENAMPILKAN GLADIATOR. Isu-isu besar tersebut ditakutkan pengusa saat ini mampu memompa semangat dewan dan rakyat untuk melakukan “PEMAKZULAN”; sehingga dibuatlah isu besar tandingannya (semoga anggapan ini salah).

Sebagai penutup beberapa hal yang harus diperhatikan dan mungkin bisa dijadikan langkah penghentian masalah klise ini adalah:

1. CABUT SKB 3 MENTERI YANG TERBUKTI BUKAN SOLUSI;
2. UNDANG TOKOH AHMADIYAH DAN ISLAM; PEMERINTAH SEBAGAI MEDIATOR–INTINYA ADALAH MENJELASKAN BAHWA AHMADIYAH BUKAN ISLAM DAN ISLAM BUKAN AHMADIYAH;
3. TERBITKAN UNDANG-UNDANG MENGENAI MUNCULNYA AGAMA BARU YAITU AGAMA AHMADIYAH;

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

morzing.com dunia humor dan amazing!