Senin, 27 Juni 2011

Dibalik Semua Kejadian, Bangsa Menjadi Semakin Cerdas Dan Kritis

Akhir-akhir ini warga Indonesia "disibukkan" dengan berbagai kasus yang ternyata berujung menjadi satu kesatuan yang berkesinambungan menjadi satu. Satu per satu kasus diperlihatkan ke masyarakat sehingga terjadi transparansi kinerja hukum yang akhirnya membentuk berbagai macam opini publik.

Masyarakat kemudian menjadi semakin kritis terhadap berbagai macam tindakan hukum (ataupun tidak adanya tindakan hukum) terhadap kasus yang ada. Sebagian besar masyarakat yang awam hukum pun mau tidak mau menjadi tergelitik untuk menyuarakan opininya demi keadilan dan nurani yang mereka rasa benar. Masyarakat merasa bahwa ini merupakan keterpurukan yang terburuk dari hukum di Indonesia. Banyak yang menilai situasi ini tidak sebaik sebelum atmosfer reformasi lahir. Tapi bukankah ini merupakan proses awal dari suatu demokrasi yang indah?

Dimana arti demokrasi adalah dari rakyat,oleh rakyat dan untuk rakyat? Masyarakat mulai berani menyuarakan suaranya. Mereka mulai terbuka dan kritis terhadap keadaan tanah bumi Indonesia. Istilah-istilah yang asing pun menjadi lebih familiar di telinga kita. Memang, akan terjadi pro dan kontra yang bahkan bisa berujung kepada perpecahan. Disinilah peran pemerintah harus cepat tanggap dalam memberikan solusi terbaik. Hal ini untuk mencegah berbagai macam opini yang tidak jelas berkelanjutan dalam masyarakat. Langkah-langkah yang diberikan pemerintah haruslah jelas dan tegas dalam menghadapi tuntutan rakyat. Sekali lagi, mengapa harus rakyat? Jawabannya adalah jelas: karena kita negera demokrasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar