Sabtu, 16 Juli 2011

Mahfud MD Yakin Kebenaran Akan Terungkap

Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengomentari pemeriksaan Polri atas mantan anggota Komisi Pemilihan Umum, Andi Nurpati, yang berlangsung marathon sejak pukul 10.00 sampai 23.10 WIB.

Menurut Mahfud, lamanya pemeriksaan membuatnya makin yakin. "Saya berharap dan yakin lebih dari 75 persen dan saya semakin yakin dengan pemeriksaan kemarin yang sampai malam," tutur Mahfud di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jakarta, Sabtu, 16 Juli 2011.

Ia yakin Polri dapat mengungkap kebenaran hukum dalam kasus pemalsuan surat MK. Menurut Mahfud, Polri sudah mengetahui proses yang ada di Panja Mafia Pemilu di DPR, termasuk keterangan dari para anggota KPU dan pihak terkait. "Ya kita lihatlah Polri, tapi apa hasilnya kita tunggu mudah-mudahan dalam waktu tidak lama," harap dia.

Mahfud mengaku tidak peduli dengan soal politik yang mungkin akan muncul di DPR. Ia optimistis, Polri sejauh ini sungguh-sungguh menyelesaikan kasus tersebut dalam bingkai hukum sebagaimana mestinya.

"Karena politik itu kadang kala nggak jelas juga, tergantung kompromi-kompromi di DPR karena memang resiko politik tidak terlalu banyak," ujarnya.

Demokrat, menurut Mahfud, secara politik tidak berkepentingan melindungi Andi Nurpati dan justru kasus ini bisa menjadi contoh bahwa Demokrat tidak akan ikut campur dalam soal itu. "Karena Demokrat juga tidak rugi dan tidak untung dalam hal itu secara politik. Saya kira lobi politik lain tidak ada," ungkapnya.

Kasus dugaan surat palsu MK, terkait keputusan penetapan kursi calon anggota DPR dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I, mencuat berkat laporan Mahfud MD.

Polisi telah menetapkan satu tersangka dugaan pemalsuan dokumen negara tersebut, yakni bekas juru panggil MK, Mansyuri Hasan.

Usai diperiksa Polri, Andi Nurpati mengaku tidak tahu ada surat palsu. "Bukan hanya saya, tapi seluruh KPU nggak tau  kalau surat itu palsu." KPU baru mengetahui kalau surat itu palsu saat MK memberikan sebuah surat sekitar tanggal 16 September 2009.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar