Rabu, 20 Juli 2011

Pabrik Penyebab Lumpur Beracun Minta Maaf

Pemilik suatu pabrik alumunium di Hungaria meminta maaf atas jebolnya penampungan limbah sisa produksi. Akibatnya, limbah beracun itu pekan lalu membanjiri sejumlah desa sehingga menewaskan tujuh orang dan menyebabkan bencana ekologi yang parah serta mencemarkan sungai yang dilalui negara-negara tetangga Hungaria.

Perusahaan MAL Rt, pemilik pabrik alumunium di Ajka, pada Minggu, 10 Oktober 2010, menyampaikan duka citanya yang mendalam atas meninggalnya tujuh warga desa yang terpapar limbah beracun berupa lumpur merah di Kolontar, Selasa lalu. Mereka meminta maaf karena tidak cepat tanggap dalam memberikan bantuan kepada warga.

Menurut kantor berita Associated Press, pemilik perusahaan itu juga bersedia membayar kompensasi kerugian kepada penduduk sekitar sesuai dengan proporsi kerusakan yang disebabkan oleh lumpur beracun.

Namun, bencana lingkungan masih jauh dari usai. Pemerintah Hungaria masih tidak bisa tenang karena masih banyak terdapat penampungan limbah lainnya milik pabrik tersebut yang mempunyai tanda-tanda akan jebol.

Menteri Lingkungan Hidup Hungaria, Zoltan Illes, mengatakan bahwa timnya menemukan retakan pada tembok utara penampungan limbah pabrik alumunium. Retakan ini memang tidak bertambah lebar karena pengaruh cuaca, namun dapat dipastikan keretakan akan terus bertambah dengan perlahan, terutama pada malam hari.

Tembok pelindung kini telah dibangun di sekitar tembok penampungan yang rusak untuk menghindari lebih banyak lagi bocoran lumpur. Bendungan sepanjang 620 meter dan setinggi 4-5 meter sedang dalam tahap pembangunan untuk mencegah lumpur beracun tersebut mencapai daerah Kolontar.

“Saya bisa katakan bahwa kita masih memiliki harapan, namun tidak banyak perubahan yang terjadi. Kami masih waspada terhadap semburan baru. Tembok untuk melindungi Kolontar rencananya akan selesai malam ini, namun sepertinya butuh berhari-hari sebelum penduduk dapat kembali ke rumahnya,” ujar juru bicara tim tanggap bencana, Tibor Tobson.

Penampungan llimbah jebol pada selasa pekan lalu. Sekitar 700.000 meter kubik lumpur merah beracun langsung menyapu tiga desa dalam waktu kurang dari satu jam. Lumpur beracun ini membakar tubuh manusia dan binatang serta merusak tumbuh-tumbuhan. Sedikitnya tujuh orang tewas dan 120 lainnya terluka terpapar lumpur ini.

Upaya antisipasi pencemaran air sungai karena lumpur telah dilakukan dengan memasukkan cairan plester dan asam asetat untuk menetralkan racun. Namun, lumpur tetap berjalan dan diduga telah mencapai sungai Danube pada hari Kamis. Untungnya, arus dan massa air sungai Danube yang deras telah mengurangi dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh limbah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar