Minggu, 17 Juli 2011

SBY Pidato, Nahdiyin Berbondong Keluar GBK

VIVAnews - Sekitar 150 ribu warga Nahdiyin memadati Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta untuk mengikuti acara hari lahir yang ke-85 Nahdlatul Ulama (NU). Sebagian dari mereka ada yang telah tiba di lokasi peringatan sejak pagi, sekitar pukul 07.00 WIB.

Kondisi stadion yang penuh, membuat suasana menjadi gerah. Apalagi, hingga siang hari acara yang ditunggu-tunggu tak juga dimulai. Akibatnya, sekitar pukul 11.00 WIB hampir dari separuh warga Nahdiyin berbondong-bonndong keluar stadion.

Padahal, sekitar pukul 13.00 WIB rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono tiba di stadion untuk menyampaikan pidato dalam ulang tahun NU kali ini.

Sehingga, tak semua warga Nahdiyin mengikuti pidato yang disampaikan dalam stadion. Ketua Panitia Harlah NU, KH As'ad Said Ali dalam sambutannya meminta maaf kepada SBY karena tak semua warga Nahdiyin menyimak pidatonya di dalam stadion.

"Saya minta maaf, harusnya sekitar 150 ribu orang yang hadir. Tapi karena acara yang berlangsung agak lama makanya sebagian mereka memilih ada yang berada diluar," kata KH As'ad Said Ali, Minggu 17 Juli 2011.

Sementara itu, dalam pidatonya, SBY memberikan apresiasi kepada warga NU. Menurut dia, NU berperan penting dalam memelihara persatuan bangsa. "NU tetap mengambil jalan tengah. Artinya NU tak menempuh cara dan jalan yang ekstrim, apalagi disertai kekerasan. Di tengah kehidupan bangsa yang majemuk dan menghadapi permasalahan yang kompleks, sikap seperti itu saya nilai tepat dan benar," kata SBY.

NU, kata SBY, selalu menggarisbawahi pentingnya persatuan dan stabillitas politik. SBY mengatakan senang dengan sikap dan pandangan NU. "Kita harus semakin bersatu. Bukan membikin politik makin tidak stabil, situasi makin panas. Apalagi jika kita terpecah belah dan saling bermusuhan satu sama lain," kata SBY. (eh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar