Minggu, 17 Juli 2011

Spekulasi Reshuffle Lecehkan Menteri

VIVAnews - Politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengatakan isu dan spekulasi reshuffle dapat merusak kinerja para menteri. Oleh karena itu, dia meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tegas menyikapi isu tersebut.

"Presiden SBY jangan membiarkan spekulasi reshuffle kabinet terus berkembang, karena spekulasi itu akan merusak kinerja para menteri," ujarnya kepada VIVAnews.com, di Jakarta, Minggu 17 Juli 2011.

Menurut dia, presiden harus segera memastikan apakah reshuffle itu benar-benar akan dilakukan atau tidak. "Jangan biarkan para menteri menjadi bulan-bulanan isu reshuffle," kata dia.

Spekulasi reshuffle kabinet kembali merebak pekan lalu, setelah SBY merasa kecewa terhadap kinerja para menteri. Sementara itu, UKP4 menilai ada menteri yang tidak rajin.

"Kekecewaan presiden itu langsung menghidupkan spekulasi reshuffle kabinet," kata Bambang.

Menurut dia, jika spekulasi ini berlarut-larut, maka akan membuat suasana di kabinet tidak kondusif. "Kabinet Indonesia Bersatu II sudah berkali-kali digoyang reshuffle. Hal ini sangat memprihatinkan," kata dia.

Wakil Bendahara Umum Partai Golkar itu menilai isu reshuffle tidak hanya merusak kepastian, tetapi juga membuat para menteri tidak nyaman. Para menteri, kata dia, akan selalu diliputi keraguan dan sulit berkonsentrasi. "Tidak ada respek lagi terhadap jabatan menteri, karena martabatnya terus direndahkan dengan isu reshuffle," kata dia. "Karena itu, kepastian dari Presiden SBY mutlak diperlukan." (adi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar