Senin, 01 Agustus 2011

Jelang Puasa, Pengemis Banjiri Pamekasan

Sehari menjelang pelaksanaan puasa Ramadhan, Minggu (31/7/2011), pengemis banjiri Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Mereka tersebar di beberapa sudut kota, seperti kompleks pertokoan, masjid, terminal, dan di beberapa pasar besar.
Rata-rata mereka adalah perempuan dengan baju kusut. Bahkan, ada di antara mereka yang sengaja membawa anak balitanya. Tidak hanya pengemis, ada juga beberapa lelaki paruh baya yang juga meminta-minta menggunakan kaleng atau bak plastik. Di tempat itu diberi tulisan "amal untuk pembangunan masjid".
Pemandangan itu sebelumnya tidak tampak di lingkungan perkotaan di Pamekasan. Suhaimi (37), juru parkir di depan sebuah swalayan terbesar di Pamekasan, mengatakan, hari ini begitu banyak pengemis dan peminta amal.
"Sebelumnya tidak ada. Namun, sejak kurang sehari puasa, banyak sekali pengemis lalu lalang di sini. Bahkan, saya juga dimintai uang," kata Suhaimi.
Berdasarkan pengamatan Suhaimi, wajah-wajah pengemis itu tidak pernah ia kenal sebelumnya. Pasalnya, ada juga beberapa pengemis pada hari-hari tertentu, seperti hari Jumat pagi di depan Masjid Agung Asyuhada Pamekasan. Namun, mereka adalah orang Pamekasan.
"Saya tanya kepada sebagian mereka, katanya dari Sumenep. Kalau dari Pamekasan, masih belum saya temukan," kata Suhaimi.
Sementara itu, di depan Masjid Agung Asyuhada, Pamekasan, puluhan pengemis yang menunggu masyarakat selesai shalat sempat diusir oleh pihak keamanan dan takmir masjid. Pasalnya, mereka mengganggu ketertiban masjid. "Mereka duduk-duduk di depan emper masjid sambil meminta-minta. Ini sudah mengganggu," kata Mursyid, salah satu pihak keamanan masjid.
Meskipun mendapat pengusiran, para pengemis masih ngeyel meminta-minta di depan pagar masjid. Sebagian memilih pindah dan mencari lokasi lain. Sampai saat ini, masih belum ada tindakan dari Satpol PP setempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar