Sabtu, 09 Juli 2011

70.000 Anak Menjadi Korban Eksploitasi Seksual

JAKARTA, JUMAT - Terkait persoalan eksploitasi seksual komersial anak-anak, diperkirakan 40.000-70.000 anak Indonesia telah menjadi korban. Jumlah korban eksploitasi seksual komersial anak yang paling besar ditemukan di Bali, Lombok, dan Batam.

”Perlindungan anak merupakan tanggung jawab kita. Kejadian eksploitasi seksual komersial anak tersebut banyak terjadi di fasilitas-fasilitas pariwisata,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Sambudjo Parikesit pada lokakarya Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Jakarta, Kamis (14/2).

Pada lokakarya yang diselenggarakan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata bekerja sama dengan Child Wise Tourism Australia ini, Sambudjo Parikesit menyatakan, meski terjadi di fasilitas-fasilitas pariwisata, eksploitasi seksual komersial anak ini tidak berkorelasi positif dengan pariwisata. Persoalan ini berkait dengan masalah-masalah ekonomi (kemiskinan), sosial, budaya, gaya hidup, dan kejahatan-kejahatan lainnya.

”Ada penyebab mendasar yang bersifat complicated di luar kepariwisataan. Ini tidak mungkin diatasi hanya oleh pihak pariwisata sendiri, tetapi perlu melibatkan pihak lain,” ujarnya. Data yang dihimpun Departemen Sosial tahun 2003 memperkirakan, lebih dari 3.000 wisatawan dari Malaysia dan Singapura yang berkunjung ke Batam setiap minggu, sebagian besar dengan tujuan untuk melakukan aktivitas seksual dengan pekerja seks di pulau tersebut.

Sekitar 30 persen dari total 5.000-6.000 pekerja seks di Batam adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun. Kasus serupa terjadi di beberapa kota lain. Tiga terbesar negara yang mencuat dalam hal eksploitasi seks anak adalah India (400.000 anak), Thailand (250.000 anak), dan China (200.000 anak).

Selain di Asia Timur, tercatat Republik Dominika dan Venezuela sebagai negara yang melibatkan anak- anak dalam kegiatan prostitusi di negaranya. ”Pelecehan seksual anak adalah persoalan serius, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di wilayah Asia Tenggara, India, dan Afrika. Apalagi saat ini dunia pariwisata sedang bertumbuh,” kata Anita Doods dari Child Wise Tourism Australia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar