Kamis, 21 Juli 2011

Amankan Hillary, Polda Bali Siaga Penuh

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton dijadwalkan tiba di Bali Kamis sore, 21 Juli 2011. Kedatangan Hillary ke Bali untuk mengikuti pertemuan ke-18 ASEAN Regional Forum (ARF). Namun, tak akan ada penyambutan luar biasa terhadap istri mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton ini.

Meski tak ada sambutan luar biasa, namun dipastikan pengamanan terhadap Hillary Clinton akan berlangsung ketat. Kepala Kepolisian Daerah Bali, Irjen Pol Totoy Herawan Indra, memastikan institusinya akan mengerahkan kekuatan penuh untuk mengamankan kunjungan Hillary Clinton.

“Kami siapkan kekuatan penuh. Seluruh kekuatan Polda Bali akan kami kerahkan untuk pengamanan. Prinsipnya, kami ingin Bali tetap aman,” kata Totoy saat ditemui di DPRD Bali, Kamis, 21 Juli 2011.

Kendati mengaku mengerahkan kekuatan penuh, namun Totoy enggan merinci. “Seluruh kekuatan dan personil kami siapkan dan siagakan,” katanya.
Tak hanya itu, dalam rangka pengamanan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat itu, Totoy mengaku terus menjalin komunikasi dengan pihak pengamanan Amerika Serikat. Tapi, lagi-lagi ia enggan merinci detil komunikasi yang dilakukan.

“Ya, seberapa yang dibutuhkan, itu yang kami siapkan. Hingga sekarang, kami terus koordinasi (dengan pengamanan AS),” tutur Totoy.

Sementara itu, menyangkut sisi pengamanan selama pesawat Hillary mendarat, itu menjadi kewenangan aparat TNI Landasan Udara Ngurah Rai. Diperoleh kabar jika rombongan Hillary akan bertolak dari Edelwine dengan pesawat C-32/SAM 190 dengan dikawal tim pengamanan lengkap dengan senjata dan amunisi. Namun, kebenaran informasi tersebut belum bisa dipastikan sepenuhnya.

Komandan Lanud Ngurah Rai Letkol (Pnb) Jumarto yang dikonfirmasi terpisah tidak bersedia menjelaskan secara lebih detil jenis pesawat hingga jadwal kedatangan rombongan Hillary.

Sementara menyangkut daftar jenis senjata dan amunisi yang dipakai pengawal Hillary, sudah diinformasikan ke pihak otoritas bandara.

“Saya tidak hafal berapa jumlah dan jenis senjata apa saja, termasuk amunisi yang dibawa personel keamanan Menlu AS Hillary. Mengenai daftarnya sudah kami terima,” kata Kepala Kantor Pelayanan Bea Cukai Ngurah Rai, Bali I Made Wijaya.

Sama seperti tamu negara baik Presiden atau pejabat tinggi lainnya, biasanya membawa pasukan keamanan tersendiri dan senjata. “Kami tentu akan periksa satu persatu senjata mereka. Sepanjang sudah mendapat izin dari kepolisian dan Kemenlu, ya kami persilakan dibawa. Tetapi kalau tidak dapat izin, ya kami tahan,” ujar Wijaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar