PPC Iklan Blogger Indonesia

Jumat, 18 Maret 2011

Memburu Minyak Sampai ke Irak


Salah satu alasan yang bikin Bush Junior nafsu berperang di Irak adalah minyak. Selain untuk menambah kocek negara adidaya itu, juga untuk mencukupi kebutuhan bangsanya yang memang boros soal minyak
Amrik adalah negara tajir yang boros banget dalam mengonsumsi minyak. Bayangkan, pada tahun 2000 saja, rata-rata konsumsi minyak di Amrik sekitar 4.000 liter per kapita. Padahal saudara-saudara, rata-rata konsumsi dunia itu hanya sekitar 600 liter per kapita. Itu artinya, masyarakat Amrik dalam mengonsumsi minyak, lebih dari enam kali lipat dari rata-rata konsumsi minyak dunia.
Kenapa bisa begitu boros? Wajar saja, sebab budaya dan gaya hidup masyarakat Amrik, yang secara alamiah memang bergantung banget pada minyak. Soalnya, Amrik merupakan negara kaya berpenduduk sekitar 280 juta dengan jumlah kendaraan lebih dari 100 juta unit. Untuk melayani kebutuhan BBM-nya, Amrik menyediakan 176.000 SPBU. Bandingkan dengan Indonesia, yang â€?cuma’?  memiliki 2.500 SPBU!
Secara geografis pun, Amrik merupakan wilayah daratan yang sangat luas, yang merupakan benua dengan fasilitas jalan raya bebas hambatan terpanjang di dunia yang melebihi 100.000 kilometer. Dengan demikian, peribahasa besar pasak daripada tiang layak disandang oleh Amrik. Gimana nggak, AS mempunyai cadangan minyak yang tidak seimbang dengan tingkat konsumsinya (total jumlah cadangan minyak Amrik cuma sekitar 30,4 milyar barrel yang merupakan 3 persen dari total cadangan minyak dunia).
Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi minyaknya pada tahun 2002 yang mencapai sekitar 20 juta barrel per hari, negeri Paman Sam ini terpaksa banting tulang untuk mengimpor 60 persen kebutuhannya dari negara Arab Saudi, Venezuela, Meksiko, Irak, Kanada, Nigeria, Kuwait, Norwegia, Inggris, Angola, Rusia, Kolombia, Ekuador, Argentina dan Gabon. Walah?
Gawatnya lagi, jumlah yang diimpor dari kawasan konflik di Timur Tengah, khususnya Teluk Persia, sangat kentara. Tercatat, lebih dari seperempat atau 26 persen total impor minyaknya berasal dari kawasan itu, dan menurut data statistik cenderung meningkat. Jadi, suka atau tidak suka, Amrik sangat tergantung pada minyak Timur Tengah, bahkan untuk jangka panjang akan semakin tergantung, mengingat kawasan ini mempunyai cadangan lebih dari 70 persen dari total cadangan minyak dunia.
Meskipun diasumsikan AS berhasil mengembangkan sumber energi nonminyak seperti tenaga surya, tenaga angin, atau fuel-cell, menurut Dr Salameh, Direktur Oil Market Consultancy, London, dan Dr Edwards dari Universitas Colorado di Boulder, pada tahun 2030-2050 peran energi baru nonminyak tersebut maksimal hanya mencapai sekitar 10 persen dari total kebutuhan energi AS. Dengan demikian, AS masih tetap sangat tergantung pada minyak untuk memenuhi kebutuhan energi jangka panjangnya. Itu sebabnya, Amrik rela berburu minyak sampe ke Teluk!
Wajar banget, sebab Irak memang digdaya soal minyak ini, negeri ini memiliki cadangan minyak 112 milyar barrel yang sudah dibuktikan. Cadangan itu nomor dua di dunia setelah Arab Saudi. Irak kemungkinan masih memiliki 220 milyar barrel lagi sebagai cadangan. Minyak Irak memang menggiurkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

morzing.com dunia humor dan amazing!