PPC Iklan Blogger Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juli 2011

Pranata Keluarga pada Masyarakat Tradisional

Pranata Keluarga pada Masyarakat Tradisional
Setiap kepentingan satu anggota keluarga akan menyangkut juga kepentingan anggota keluarga yang lainnya. System norma yang semula terbentuk dalam kehidupan keluarga inti (batih), lama kelamaan digunakan dalam hubungan yang lebih luas baik dalam lingkungan kerabat maupun di luar kerabat. Akhirnya norma-norma persatuan tersebut menjadi pranata yang mengatur hubungan kekerabatan atau kekeluargaan.
Pranata yang berhuhubungan dengan kekerabatan umumnya sangat kuat. Anggota kerabat saling mengenal satu sama lain. Hal ini didukung oleh tempat pemukiman yang saling berdekatan dalam suatu lingkungan kampong juga aktivitas social yang saling terlibat dalam kelompok.
Fungsi pranata keluarga atau kerabat bagi masyarakat tradisional selain bersifat ekonomi juga bersifat social antara lain membantu anggota keluarga dalam menghadapi musibah, menyelenggarakan upacara adat atau keagamaan, mengontrol hubungan perkawinan, dan melindungi anggota keluarga dari kemungkinan konflik dengan warga masyarakat lain.
Sumber : Buku Sosiologi untuk SMU kelas 2 , penerbit Erlangga

Senin, 27 Juni 2011

Berfikir Global Dan Bertingkah Laku Lokal

Saya sedang duduk di sebuah ruang tunggu bank. saya pikir ruang tunggu ini terlalu ramai oleh orang, semua sama-sama terlihat bosen menanti nomer urutmya disebut. Sebenarnya bila sekedar menabung sih tinggal berdiri antri, tapi saya ada urusan ke costumer service untuk menanyakan bagaimana perihal kartu ATM saya yang hilang. Saya fikir sudahlah sabar sambil menuggu giliran ke-67 ada baiknya saya manfaatkan kesempatan membaca. Kemudian saya membaca koran yang tersedia di ruangan itu. Tiba-tiba muncul sosok wanita muda ya tidak jauh bedalah umurnya dengan saya, dua puluh tahunan. Dia memakai mini dress dengan motf bunga-bunga model dari bajunya sangat membentuk lekuk tubuhnya, saya menjadi heran untuk apa di hari yang sepagi ini ( pukul sepuluh ) sudah ada manusia yang memakai baju sesexy itu ya bukannya sirik, tapi kan ini di Bandung. Okelah katakan sekarang memang zamannya berekspresi semau "gw" jadi saya anggap dia orang yang sedang berekspresi dengan gaya kebarat-baratan. Tiba-tiba lagi, dia duduk di sebelah saya dan bertanya: "Teh (panggilan kepada perempuan yang lebih tua / wanita) kalau mau nabung gimana caranga". HAH. Terus terang saya kaget, dengan gaya yang sudah menyamai artis bule dia menanyai saya hal yang tidak perlu. Mengapa demikian, karena di depan kami duduk ada sebuah plang bertuliskan nasabah/ penabung antri sebelah sini. saya rasa perempuan ini cenderung tidak suka membaca... baiklah!

****

Itu hanya sedikit cerita dari sekian banyak cerita di sekitar saya tentang bagaimana orang bertingkah tidak menjaga gaya hidup dan wawasan, mungkin barangkali zaman sekarang yang penting aksi dan prestasi belakangan. prestasi yang saya maksdu bukan tentang ranking satu atau juara umum tetapi lebih ditekankan pada bagaimana seseorang memaknai hidup yang semakin menglobal ini dengan kecerdasan sikap yang jauh lebih dipentingkan, jadi tidak hanya mementingkan gaya berbusana saja. Kan sayang juga jika dari segi penampilan sudah mirip ratu kecantikan, tetapi dari segi wawasan dibawah standar. ok :)

Dibalik Semua Kejadian, Bangsa Menjadi Semakin Cerdas Dan Kritis

Akhir-akhir ini warga Indonesia "disibukkan" dengan berbagai kasus yang ternyata berujung menjadi satu kesatuan yang berkesinambungan menjadi satu. Satu per satu kasus diperlihatkan ke masyarakat sehingga terjadi transparansi kinerja hukum yang akhirnya membentuk berbagai macam opini publik.

Masyarakat kemudian menjadi semakin kritis terhadap berbagai macam tindakan hukum (ataupun tidak adanya tindakan hukum) terhadap kasus yang ada. Sebagian besar masyarakat yang awam hukum pun mau tidak mau menjadi tergelitik untuk menyuarakan opininya demi keadilan dan nurani yang mereka rasa benar. Masyarakat merasa bahwa ini merupakan keterpurukan yang terburuk dari hukum di Indonesia. Banyak yang menilai situasi ini tidak sebaik sebelum atmosfer reformasi lahir. Tapi bukankah ini merupakan proses awal dari suatu demokrasi yang indah?

Dimana arti demokrasi adalah dari rakyat,oleh rakyat dan untuk rakyat? Masyarakat mulai berani menyuarakan suaranya. Mereka mulai terbuka dan kritis terhadap keadaan tanah bumi Indonesia. Istilah-istilah yang asing pun menjadi lebih familiar di telinga kita. Memang, akan terjadi pro dan kontra yang bahkan bisa berujung kepada perpecahan. Disinilah peran pemerintah harus cepat tanggap dalam memberikan solusi terbaik. Hal ini untuk mencegah berbagai macam opini yang tidak jelas berkelanjutan dalam masyarakat. Langkah-langkah yang diberikan pemerintah haruslah jelas dan tegas dalam menghadapi tuntutan rakyat. Sekali lagi, mengapa harus rakyat? Jawabannya adalah jelas: karena kita negera demokrasi.

Mengkompos, Menghasilkan Uang, Dan Perbaiki Lingkungan

Selama tinggal di Bandung, saya sudah beberapa kali mengalami saat-saat dimana sampah menumpuk di mana-mana, lebih-lebih di pasar. Ketika mengantar ibu belanja di dalam pasar, baunya sangat tidak enak sekali. Sampah memang merupakan persoalan yang sangat sulit diatasi pemerintah, dan kita pun tidak mau tertimpa persoalan yang tidak enak ini di masa mendatang. Namun dalam kenyataannya jumlah penduduk kian bertambah dan laju konsumerisme meningkat, yang otomatis akan meningkatkan laju penumpukan sampah tersebut. Bila kita menganggap hal ini murni urusan pemerintah karena sudah bayar uang kebersihan, maka kita tidak usah peduli, atau melakukan demonstrasi saja ke gedung pemerintah jika persoalan ini terjadi. Namun itu tidak akan memecahkan masalah karena pemerintah sendiri kesulitan. Yang bisa mereka lakukan adalah membuat TPA baru, namun proses pembuatan itu seringkali ditentang oleh masyarakat di sekitarnya, walaupun pemerintah berusaha meyakinkan masyarakat kalau pembuatan TPA itu tidak akan merugikan mereka. Di samping itu bila kita melakukan demonstrasi, maka sebenarnya kita sudah dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik pemerintahan tersebut.

Hal ini berbeda bila kita menganggap bahwa sampah semata-mata bukan urusan pemerintah saja. Lebih-lebih bila ingin mendapatkan penghasilan dari sampah. Bila kita beranggapan seperti ini, maka salah satu cara yang paling mudah kita lakukan adalah mengkomposkan sampah dapur atau sisa-sisa makanan / masakan yang organik. Sudah banyak buku-buku yang beredar di pasaran yang menjelaskan bagaimana cara mengkomposkan sampah rumah tangga sendiri. Bahkan ada pula artikel di kulinet yang memaparkan teknologinya. Dari sekedar menimbun ke dalam tanah, membuat biopori, membuat drum biogas, drum kompos aerobik sampai membuat keranjang "takakura". Bahkan di pasaran juga sudah tersedia drum kompos komersil. Saya sendiri menggunakannya, dan sampai sekarang tongnya belum penuh-penuh meskipun selalu saya masukkan sampah dapur satu keresek setiap harinya (walau saya belum pernah memanen kompos dari situ). Artinya proses penguraiannya berhasil sehingga bobot sampah organiknya menyusut banyak. Memang tidak semua sampah bisa dikomposkan, namun bila kita melakukan pengkomposan ini, "pendapatan" tukang sampah akan benar-benar berkurang drastis.

Menurut teori, bila kita mengkomposkan satu ton sampah organik, maka dalam waktu 10-14 hari akan diperoleh 400 kg kompos padat dan satu liter pupuk cair. Ini bila kita menggunakan drum kompos yang statis, bila kita menggunakan drum yang bisa diputar, bisa lebih cepat lagi. Bila satu kg pupuk organik dihargai Rp 1000,- , berarti bila kita mengkomposkan 1 ton sampah organik, dalam 10-14 hari kita mendapatkan pupuk kompos padat seharga 400 ribu (belum termasuk pupuk cairnya). Tentu ada biaya pemasaran, pengolahan, pembelian bahan penggembur atau mikroba tambahan (bila perlu) dan pengemasan, serta dibutuhkan pula yang cukup untuk mencacah sampah yang terlalu besar, memasukkan sampah, mengeringkan kompos yang baru dipanen, memasukkan dalam plastik serta mengirimkannya ke tempat jual tanaman. Namun bila kita memiliki jumlah peralatan yang cukup, kita bisa tetap untung. Namun ada beberapa permasalahan bila kita ingin membisniskan kegiatan pengkomposan sampah organik ini, antara lain :

1. Masalah kesehatan. BIla kita menggunakan drum kompos komersial atau buatan sendiri yang cukup aerasinya, maka kita tidak perlu mengkhawatirkan lalat, bau busuk ataupun tikus. Namun bila kita membuka tongnya, tetap saja bisa banyak lalat yang keluar. Di samping itu, proses pengkomposan akan menghasilkan banyak sekali gas CO2, hal ini bisa diketahui dari banyaknya penyusutan massa sampah dari satu ton menjadi 400 kg. Oleh karena itu sebaiknya di dekat tempat pengolahan terdapat banyak pohon atau tanaman yang dapat menyerap gas tersebut, meskipun gasnya sendiri tidak berbau. Dengan demikian kita tidak dituduh meningkatkan pemanasan global.

2. Masalah sosialisasi. Kita mengolah sampah rumah tangga dengan peralatan yang tertutup dan tidak bau. Namun bila ada orang di lingkungan kita yang sakit, bisa saja tong-tong kita yang disalahkan. Karena itu kita harus baik dengan tetangga, memberikan penerangan yang cukup meyakinkan dan harus mendapatkan ijin mereka terlebih dahulu sebelum melakukan usaha, termasuk ijin dari RT dan RW. Namun bila pemerintah sungguh-sungguh hendak menjalankan undang-undang no 18/2008 maka bukannya menentang, tetangga-tetangga kita malah membutuhkan kita untuk mengolah sampah mereka.

3. Masalah kuantitas sampah. Bila kita mengkompos hanya untuk keperluan sendiri saja maka tidak perlu sampah dalam jumlah banyak. Namun bila kita ingin untung besar, maka kita butuh banyak bahan baku. Sayang memilah sampah bukan budaya masyarakat Indonesia di perkotaan. Bahkan bila kita sudah memilah-milahnya, akan dicampur begitu saja oleh tukang sampah. Dan kalau sampah sudah terkumpul di tempat pengumpulan, untuk memilah-milahnya butuh usaha yang berat. Orang hanya berpikir untuk membakarnya, walaupun membakar sampah organik dengan plastik itu menimbulkan senyawa dioksin yang berbahaya untuk kesehatan. Atau, mengirimkannya begitu saja ke TPA. Namun bila tempat tinggal kita dekat hotel, maka hal ini bisa menguntungkan kita, sebab hotel memang sudah diwajibkan untuk memilah sampah mereka. Dengan demikian dengan lobby yang baik, kita bisa mendapatkan biomassa yang kita perlukan, bahkan malah dibayar.

4. Masalah pemasaran. Untuk sampah dapur sendiri kita tidak perlu memikirkan pemasaran karena kompos yang terbentuk hanya sedikit, namun bila kompos yang terkumpul sudah cukup banyak, maka tentu harus dijual. Kita bisa menjual ke tukang tanaman, atau ke perusahaan yang mengumpulkan kompos dari rumah tangga (di bandung sudah ada). Bahkan bila kita sanggup memproduksi kompos dalam skala ton dan punya koneksi, kita bisa menjualnya langsung ke perkebunan.

Demikian tulisan saya. Saya sendiri belum terjun dalam bisnis ini, namun bila memungkinkan akan bergerak ke arah sana. Setidaknya, sekarang sudah bisa mengurusi sampah dapur rumah sendiri.

Lawakan Intelek

Bandung. Pagi dini hari saat sahur, sore hari saat menjelang berbuka kita biasa ditemani dengan beragam acara televisi. Mulai dari acara diskusi, sinetron, musik dan tak ketinggalan acara komedi atau lawak. Kalau disuruh milih mana yang mau saya tonton untuk menemani saat sahur ataupun saat berbuka, tentu saja saya akan memilih untuk menonton acara ceramah/ pengajian atau lawak.

Rasanya santai dan lebih nyaman saat kita sahur atau berbuka kita menikmati kekocakan para pelawak. Hiburan yang bisa membuat kita tetep segar dikala kita berusaha menyelesaikan satu buah kewajiban di bulan Ramadhan ini. Namun sayang beribu sayang, lawakan atau acara komedi saat ini tindak dibawakan secara intelek atau cerdas.

Dari beberapa acara lawak yang disiarkan oleh beberapa stasiun televisi, kita melihat lawakan cenderung bersifat kasar. Jegal sana, jegal sini. Usap sana, usap sini dengan paksa ke wajah lawan main. Kadang juga dorong sana, dorong sini. Sebuah adegan komedi yang tidak saya sukai dan menurut saya aneh saat hal kasar seperti itu dianggap lucu.

Tertawa saat melihat adegan lawak yang kasar merupakan hal yang aneh dan perlu dikoreksi. Saya juga berharap hal tersebut bukan merupakan gambaran sifat asli bangsa kita. Mengapa aneh, perlu dikoreksi dan semoga bukan gambaran sifat bangsa kita? Satu saja pertanyaan balik sebelum kita bisa menjawab pertanyaan pertama, yaitu “Mengapa kita tertawa saat melihat adegan lawak yang kasar”?

Kalau jawabannya kita tertawa melihat lawakan kasar karena si pelawak yang terkena kekasaran tersebut mukanya memelas menanggung sikap kasar lawan mainnya. Maka hal tersebut merupakan hal yang aneh. Masa melihat orang memelas malah ketawa? Apa sikap itu merupakan sikap asli bangsa kita? Saya harap tertawa saat melihat orang memelas bukan sifat bangsa kita.

Komedi atau lawakan yang saya pengen tonton adalah komedi yang cerdas dan tidak kasar. Ambil contoh saja film komedi Mr. Bean”. Dalam film Mr. Bean tersebut apa kita melihat adegan yang cenderung kasar dan menyakiti lawan main dan filmnya lucu atau tidak? Saya yakin jawabannya adalah kita tidak melihat hal kasar dan film Mr. Bean tetep lucu banget.

Sebenarnya beberapa tahun yang lalu pernah ada seleksi untuk pelawak-pelawak baru. Dan menurut pengamatan saya pada waktu seleksi tersebut konsepnya lawakan cerdas bukan lawakan kasar. Saya yakin pelawak Indonesia bisa menmpilkan lawakan yang cerdas.

Selasa, 21 Juni 2011

Budaya Tradisional Jarang Digunakan

Pemerintah pusat selama ini hanya memperhatikan keberadaan seni budaya tradisional dari sisi pelestarian dan pengembangan. Kalaupun menggunakannya hanya sebatas mendukung keberadaan sektor kepariwisataan, sementara sektor lainnya belum tersentuh.

Hal itu diakui Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kab Indramayu, H. Warjo, SH.MH., saat mewakili Bupati Indramayu Anna Sophanah, pada acara “Revitalisasi Seni Tradisional Sosialisasi dan Diskusi Randu Kentir, bertempat di Gedung Serbaguna KPRI Mitra, Desa Sangga, Losarang, Indramayu, Sabtu (18/6).

Padahal, kata Warjo, kalau pemerintah pusat, baik kementrian (kebudayaan dan pariwisata) maupun di tingkat provinsi (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) memiliki kepedulian, maka akan menjadikan keberadaan seni budaya tradisional sebagai pendorong sektor ekonomi.

“Bagaimana tidak, didaerah setiapkali digelar kesenian, baik dalam hajatan maupun acara khusus pasti bukan hanya diramaikan oleh masyakat yang hendak menonton saja, tetapi juga pedagang yang mencari peruntungan,” ujar Warjo.

Kegiatan yang diselenggarakan Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat bersama Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Indramayu, dihadiriKepala Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat, Dra. Hj. Rosdiana Rachmiwaty, M.Si., beserta jajarannya, serta jajaran Dinas Pendidikan se-Kab. Indramayu dan guru-guru kesenian di Kab. Indramayu serta pemilik sanggar kesenian.

“Saya berharap, revitalisasi kesenian tradisional yang hampir punah ataupun nyaris punah dan bahkan kesenian yang sudah punah kembali digali karena manfaatnya sangat banyak,” tegas Warjo.

Kesenian Tradisional Mengalami Penurunan


Kepala Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat, Dra. Hj. Rosdiana Rachmiwaty, M.Si., menegaskan bahwa saat ini kondisi kesenian dan kebudayaan tradisional di Jawa Barat terus mengalami penurunan dan suatu saat akan semakin ditinggalkan. Padahal kesenian dan kebudayaan yang merupakan khasanah milik bangsa tersebut merupakan warisan leluhur yang tidak ternilai harganya.

“Karenanya kami merasa berkewajiban untuk melakukan revitalisasi dan hasilnya disosialisasikan kepada masyarakat. Meski dalam kondisi yang serba terbatas berbagai upaya penyelamatan kesenian maupun budaya tradisional terus diupayakan balai (Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat), namun tidak sampai mengurangi
nilai maupun fungsi semula dari kesenian ataupun kebudayaan tradisional,” ujar Rosdiana.

Revitalisasi tari tradisional Randu Kentir yang diselenggarakan Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat berkerjasama denganDinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kab. Indramayu, dilakukan oleh Tim Kurator Balai bersama dengan sanggar seni yang dalam hal ini Sanggar Seni trebang Randoe Kentir pimpinan Ny. Idah salah seorang pewaris kesenian tari Randu Kentir asal Jumbleng, Losarang Indramayu.

Proses revitalisasi yang diawali penelusuran oleh Tim Kurator Balai, diikuti dengan pelatihan ataupun transfer ilmu kepada sejumlah siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah umum (SMU). Setelah proses selama satu bulan lebih, kesenian ditampilkan sebagai bentuk sosialisasi dan kemudian didiskusikan.

“Kesenian tari tradisional Randu Kentir asal Losarang Indramayu, merupakan kesenian tari yang kedua berhasil kami revitalisasi tahun ini. Sebelumnya kami berhasil merevitalisasi kesenian tari Topeng Menor asal Cipunagara Subang,” ujar Rosdiana.

Dikatakan Rosdiana, setelah berhasil direvitalisasi, diharapkan pemerintah daerah memberikan dukungan kepada para seniman maupun anak-anak yang telah mendapatkan transfer ilmu. Selain itu, untuk tetap mempertahankan kelestarian kesenian yang sudah direvitalisasi, diharapkan secara rutin dipentaskan dalam acara-acara pemerintahan yang mementaskan pegelaran kesenian.

Unpas Raih Hibah Seni

Universitas Pasundan Bandung berhasil meraih hibah seni dan menjadi satu-satunya kampus diIndonesia yang berhasil meraih hibah ini. Dengan raihan ini Unpas berhak mewakili Indonesia untuk membawa misi kebudayaan ke sejumlah perguruan tinggi dan kota di Cina.

“Ada 37 perguruan tinggi yang diseleksi, dan Unpasyang lolos. Ini adalah tugas dari pemerintah, pada 29 Juni hingga 8 Julimendatang Unpas akan tampil di berbagai perguruan tinggi dan kota diCina,” kata Rektor Unpas Prof. Didi Turmudzi, Minggu (19/6).

Tampilan Funtastic String Ensemble Bandung di Redaksi "PR"


PARA siswa kelas 3 SD sampai 3 SMA yang tergabung dalam Funtastic String Ensemble Bandung memperlihatkan kebolehannya dengan membawakan sejumlah lagu dalam bentuk oskestra alat musik gesek, semacam biola, cello, di Redaksi HU Pikiran Rakyat, Jln. Soekarno-Hatta No. 147, Bandung, Senin (20/6).

Di bawah asuhan Carolina S Yana, para anggota FSE membawakan sejumlah lagu klasik, lagu khas daerah dan lagu nasional dan mendapat apresiasi dari para staf redaksi "PR". Sejumlah staf redaksi sempat diajak bermain biola bersama.

Minggu, 19 Juni 2011

Jero Wacik, "Target Kunjungan Wisatawan Mancanegara Akan Tercapai"

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik menuturkan, target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun ini akan tercapai.

Jero Wacik mengatakan, hingga April 2011 jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia meningkat sebesar 7,2 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Diketahui, jumlah wisatawan mancanegara pada tahun lalu mencapai 7 juta pengunjung dengan pemasukan devisa senilai Rp 70 triliun.

"Saya optimistis target jumlah kunjungan wisatawan pada 2011 yang telah ditentukan pemerintah sebanyak 7,7 pengunjung akan tercapai," ungkapnya seusai menghadiri acara wisuda mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung di Grand Hotel Panghegar, Bandung, Sabtu (18/6).

Dari target jumlah pengunjung tersebut, pemerintah menargetkan pemasukan devisa negara senilai Rp 80 triliun, tambah Jero Wacik.

Penambahan devisa tersebut, dikatakan dia, sangat bergantung dari lama tinggal wisatawan mancanegara itu tinggal di Indonesia. Dia memperikirakan, rata-rata wisatawan mancanegara yang berlibur di Indonesia membelanjakan uangnya sebesar 145 dolar Amerika setiap harinya (sekitar Rp 140 ribu, red).

Oleh sebab itu, diperlukan pengembangan objek wisata disetiap daerah untuk tetap menarik minat wisatawan mancanegara itu untuk menikmati keindahan alam dan budaya Indonesia, sehingga akan lebih meningkatkan pendapatan devisa. "Nantinya kan devisa itu untuk kemakmuran masyarakat juga," ungkapnya.

Di samping itu, pemerintah pusat dan daerah pun harus senantiasa menyeimbangkan dengan kualitas sumber daya manusianya.

"Jadi, kita tidak perlu khawatir dengan kondisi pariswisata saat ini, termasuk di Jawa Barat. Kita lihat industri tourism terus meningkat, seperti jumlah hotel terus bertambah. Makanya, saya optimis target pariwisata kita akan tercapai," ujarnya.

Meski demikian, dikatakan dia, beberapa strategi pun perlu dilakukan untuk menggenjot bidang kepariwisataan. Di antara, dengan promosi, mencegah agar orang yang dianggap 'berbahaya' masuk Indonesia, serta melakukan kerja sama dengan sejumlah pihak.

"Semua kalangan perlu bahu membahu guna mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan nillai jual kepariwisataan di Indonesia," ungkap dia.

Rabu, 01 Juni 2011

Tentara Pembangkang atau Tentara Nasionalis

Tentara pada zaman revolusi fisik dan sesudahnya kerap dihadapkan pada dua pilihan; tetap setia pada Republik atau lari kehutan memanggul senjata.

Dalam hal merilis akan perjuangan para pejuang putra Bugis-Makassar, maka akan ditekankan para panglima-panglima yang rela berkorban baik demi Negara maupun hanya sebagai kepuasan tersendiri. Oleh dikata Andi Mattalatta dan M. Yusuf mewakili militer nasionalis, sementara dipihak lain, berdiri Saleh Lahade, Kapten Andi Azis atau lebih dikenal Kahar Muzakkar yang mengusung kaum pembangkang.

Seperti diketahui, Kahar mengankat senjata memenangkan perang kemerdekaan melawan Belanda di Jawa, namun belakangan ia sakit hati dan bermain api dalam pemberontakan selama 15 tahun guna memperjuangkan Negara Islam di Sulsel. Naas, nasibnya kemudian berujung pada kebinasaan di tahun 1965.

Nasib serupa mendera Letkol Saleh Lahade, konseptor dan sekaligus menjadi Menteri Penerangan PRRI Permesta, prihatin, berat atas kebijakan pemerintahan pusat. Semula Saleh adalah pejuang dan tentara yang penuh dedikasi. Ia akhirnya dipecat dari TNI pada 1958.

Dan lengkap sudah kisah tentara pemberontak usai Kapten Andi Azis di Makassar ditumpas karena melawan republic. Perasaan tak puas, disamping gebalau politik yang tak kunjung stabil, menggiring sejumlah militer memancing diair keruh. Padahal kalau saja mereka tidak berpaling, bukan mustahil mereka menyandang jabatan tinggi dikemiliteran sebagaimana M. Yusuf yang tetap setia dan menjadi Panglima dengan pangkat jenderal penuh.

Sekilas menengok kala Indonesia merayakan eforia kemenangan, Kahar berpangkat Letkol, dimana Pangkat Tentara Indonesia masih langka saat itu. Sementara kawan sebaya Kahar tidak sedikit yang berpangkat perwira menengah. Kahar membentuk dan memimpin sebuah pasukan yang terdiri dari orang pilihan yang diberi nama Barisan Berani Mati (BBM) yang berkedudukan di Madiun.

Pasukan BBM inilah yang digunakan Kahar untuk mengacaukan tentara Belanda pada perang agresi pertama di Jawa Timur. Anggota BBM terdiri dari Tentara Rakyat Indonesia (TRI) persiapan Sulawesi yang belum mendapat kesempatan diekspedisikan. Pasukan TRI ini lantas diberikan nama Resimen Hasanuddin.

Barisan Hasanuddin
Selama perang colonial, Kahar mendampingi Jenderal Soedirman dalam perang gerilya di Jawa Tengah dan sekitarnya. Setelah perang usai, Kahar diberi tugas membentuk Komandan Group seberang (KGS) pada 1949, namun kemudian Mayor Andi Mattalatta yang memimpin. Pasukan ini meliputi Kalimantan, Sunda Kecil, Sulawesi dan Maluku. Tugasnya antara lain, menyiapkan kader-kader militer untuk daerah bersangkutan. Kahar tak ayal merupakan tentara berani, dan seringkali mengendalikan perang di Jawa.
Memang, peran pasukan Hasanuddin mengundang decak kagum dalam aneka peperangan diseberang. Mattalallta, Kahar dan kawan-kawan, berhasil memorakporandakan Belanda bukan saja di Indonesia Timur melainkan juga di Jawa. Mattalatta berhadap langsung ke Presiden Soekarno, bahkan menggebrak meja karena Presiden tidak yakin akan kemampuan barisan Hasanuddin. Di belakang hari Soekarno percaya seratus persen, dan tidak sedikit anak-anak Hasanuddin berada dalam barisan depan untuk menumpas penjajah.

Di lain pihak, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menegaskan, tidak ada manusia Indonesia yang dia kenal yang dapat disamakan dengan Mattalatta yang menggempur Belanda di Sulawesi dan Jawa. “Saya kira tanpa perjuangan Mattalatta, kita mungkin masih didjajah Belanda.” Kata Sultan kala itu.

Dalam perang kemerdekaan di Yogya, putra-putra Makassar memakai taktik perang gerilya dengan tekhnik hit and run, menyerang, membunuh, melucuti ribuan pucuksenjata musuh, lalu menghilang bagai hantu. Meski hanya didukung dengan pasukan minimal, mereka mampu mengepung Belanda sehingga pihak musuh lari lintang pukang. Ketangguhan pasukan Mattalatta dalam perang diakui Sri Sultan dan Panglima Soedirman. Kahar sendiri menduga kalau-kalau Mattalatta orang sakti dan tahan peluru.
Di lain pihak, Letkol Soeharto meminta agar senjata rampasan anak Makassar diserahkan kepada otoritas Yogyakarta padahal tak ada senjata yang dimaksud. Dalam pada itu kegigihan perang barisan Hasanuddin semakin melangit. Lantaran itu Panglima Diponegoro Kolonel Gatot Subroto menunjuk Brigade Mattalatta bergabung menjadi Brigade V Diponegoro namun ditolak oleh keempat Komandan Brigade diantaranya Letkol Soeharto (Bekas Presiden) dan Letkol Ahmad Yani karena Pasukan Diponegoro dirasa cukup.

Lebih dari itu, Panglima Soedirman member mandate Mattalatta untuk membentu TRI di Sulawesi, kendati sebetulnya Presiden Soekarno tidak setuju. Akhirnya Mattalatta menjadi Panglima Kodam pertama di Indonesia: Kodam Hasanuddin. Wakti itu KSAD Mayjen Nasution menugasi Letkol Mattalatta menyusun organisasi kodam pertama di Indonesia. Tak disangka, Mattalatta hendak mengundurkan diri dari Angkatan Perang, karena dalihnya ia tak mau terlibat dalam pergolakan politik.

Barangkali Mattalatta telah merasa cukup berjuang setelah pasukannya sukses menumpas RMS Maluku Selatan, membekuk PKI dan mengusir Belanda di Jawa, membubarkan Negara Indonesia Timur, dan menekuk sejumlah pemberontakan local di Sulawesi, seperti permesta sampai aksi Andi Azis.

Seiring berjalannya waktu lahirnya Orde Baru yang tak luput mengantar kalangan militer menduduki posisi-posisi penting, mulai presiden , menteri, pengusaha, birokrat, gubernur, bupati, politisi, duta besar dan jabatan-jabatan strategis sipil lainnya. Masuk akal jikalau ada yang lantas merasa kecewa karena tidak cukup menikmati jerih payah perjuangannya. “Tentara sekarang banyak yang jadi tukang catut, “ tandas Mattalatta saat itu.

Benar tidaknya, Mattalatta pernah menyimpang rasa gamang dan kemungkinan menyuarakan kawan-kawan seperjuangannya. Nyatanya, di tengah puncak karir militernya, dia berniat mundur dengan pertimbangan, “Orang pusat melakukan taktik devide in impera. Mereka hanya mau mengenal kita berguna. Kalau kita sudah melaksanakan keamanan dan kita mulai membangaun, mereka akan berdatangan menggeser kita dari posisi dengan menggunakan berbagai macam alas an.”

Disadur dari Majalah PINISI No. 14 Th XXIV. Maret-April 2004

Jagoan dari Timur (Riwayat Penuh Warna)

Ukiran sejarah militer dan kejuangan berabad lamanya, kiranya memiliki pertalian kenapa jiwa militer orang Sulawesi Selatan menitiskan tentara patriot, pejuang dan pada titik tertentu membangkang

Sampai detik ini cukup besar minat putra-putri Sulawesi Selatan memilih jalur tentara dan polisi sebagai panggilan profesi. Entah apa yang merangsangnya, tak pernah cukup jawaban yang pasti. Namun yang terang mereka menjadi militer lantaran medan pengabdian ini, selain dinilai membangkang, juga pada era 50-an, nama tentara begitu harum di Indonesia Timur.

Karena itulah cepat memikat remaja-remaja dan segera jatuh hati pada profesi militer. Tak heran anak-anak muda siap mengorbankan nyawa asal sajadibolehkan berpakaian seragam hijau sambil memanggul senjata. Mereka rela mati demi TNI.

Dewasa ini tak sedikit orang Sulsel yang menonjol dalam dunia militer, dari kopral hingga jenderal pada semua angkatan. Sebagian dari mereka dikenal mempunyai integritas sebagai prajurit pejuang, pemberani dan kesohor sebagai jago perang.

Dimata Mayjen TNI (Pur) Andi Mattalatta, salah seorang sesepuh militer Indonesia, tentara Bugis Makassar sangat menjunjung siri na pace. Menurut beliau, colonial tidak mengizinkan orang Sulsel sekolah militer. Mungkin Belanda dihantui trauma menghadapi serangan militer Makassar tempo doeloe. Andaikata dibolehkan menempuh pendidikan, tak terbayangkan bakat-bakat tentara yang tinggal menunggu polesan agar lebih mengilap.

Jago-Jago Timur
Dalam banyak hal, sejarah panjang tentara Sulsel sudah mengukir zaman keemasan. Jauh sebelum lahir TNI, berabad-abad lampau, cikal bakal keberanian anak-anak dari Jazirah Sulawesi ini mencuatkan elan tempur. Teknologi perang seperti mesiu telah mereka kuasai sehingga ia merajalela di seantero Nusantara bahkan ke semananjung Malaka. Oleh belanda, pasukan tempur laut hasanuddin, sulit ditaklutkan, sampai-sampai lawan menjuluki prajurit Makassar sebagai de haantje van het oosten (jago-jago dari Timur).

Lebih berarti lagi pasukan perang ini acap dijadikan tentara sewaan. Ia bukan melulu jagoan perang dikandangnya, namun juga menjadi incaran negeri-negeri seberang. Pasukan Makassar disewa oleh negeri jiran seperti Siam. Sebaliknya di Jawa, sisa-sisa kehebatan tentara Makassar dipatrikan dalam keratin Yogyakarta yang sampai sekarang dikenal sebagai Pasukan Daeng. Pasukan Daeng pada zaman dahulu tak lain adalah pasukan elit dan berdiri di garda depan dalam berbagai peperangan hebat.
Tersebutlah Karaeng Naba (Karaeng Galesong V) yang menyokong Hamengkubuwono I di ere Kerajaan Mataram.

Sejatinya diakui kerajaan Gowa dengan operasi militernya sangat berpengaruh dan ditakuti bahkan menundukkan kawasan Indonesia bagian Timur. Malah prajurit gagah berani ini member bala bantuan ke pusat kerajaan di pelbagai daerah di Sulawesi, Kalimantan dan Maluku.

Sebaliknya tak sedikit orang Bugis di abad 18 menjadi pemimpin perang dalam unit kerajaan di Riau, Aceh, Malaka, Sumbawa, Pasir, Tenggarong, Siam, Madura, Batavia, Singapura dan lainnya.

Walhasil, benih-benih tentara sudah ada sejak dulu kala. Apalagi kerajaan local di Sulsel sangat doyan mengankat senjata dan berperang sesame mereka. Perang Gowa-Bone, dalam rangka mencari pengaruh, misalnya, sangat memungkinkan lahirnya bibit-bibit militer tersebut.

Kegigihan dalam perang bukan isapan jempol belaka. Coba palingkan pandangan jauh ke Malak. Lihatlah misalnya Temenggong Daeng Ibrahim memajukan Johor pada abad 17. Kerajaan johor bias bertahan sebab bantuan militer tentara Bugis dalam perang regional. Pasukan Bugis kala itu disegani di malak.

Ratusan tahun sebelumnya, tepatnya 1420, Karaeng Samarluka menggunakan 400 perahu perang, menyerang dan menduduki Malaya selama tiga bulan. Tak mengenyampingkan perang Karaeng Bontomarannu dengan kekuatan 300 perahu dan 20.000 prajurit menjelajahi pesisir Jawa untuk meneror penjajah. Juga rombongan prajurit Makassar dibawah Karaeng Galesong mulai membajak laut di Jawa bagian timur. Kedua kelompok Makassar, Galesong dan Bontomarannu bersekutu untuk menguasai lautan Jawa pada abad 16.

Tak lama kemudian mereka membantu raja Madura trunajaya dalam perang local. Memang pada 1669, tak terhitung pasukan Makassar pergi keberbagai daerah antara lain Banten, untuk member dukungan tempur.

Sementara itu pasukan Makassar-Madura ini menguasai banyak pelabuhan besar di Pulau Jawa. Dengan begitu keandalan pasukan Makassar terbukti setelah mereka setelah mereka bersama Trunajaya mengalahkan Mataram dan memukul mundul pasukan Pangeran Adipati Anom pada 1676.

Tak pelak lagi, Makassar pada abad 17 adalah masyarakat yang khas di Nusantara. Kerajaan Gowa dengan pusat kekuasaannya di Makassar, melebarkan pengaruh dengan kekuatan senjata. Daerah ini menganut paham radikal disertai prinsip kemerdekaan laut, yang mirip dengan Nederland yang bermotto mare liberum. Jadi, menurut mereka, laut diciptakan oleh Tuhan untuk semua penghuni bumi bukan cuma buat Belanda. Tak terhindarkan persaingan antara pelaut Belanda dan Makassar, kian sengit.

Akhirnya kebanggan sejarah militer dan kejuangan yang gagah berani, barangkali memiliki pertalian, kenapa jiwa militer orang Sulsel menitiskan keberanian, patriot, dan pada titik tertentu menjadi pemberontak. Apakah itu kemudian menjadi salah satu pilihan favorit bagi panggilan profesi mereka. Ataukah memang diturunkan secara genetic???
Wallahu alam bissawad.

Disadur dari Majalah PINISI No. 14 Th XXIV. Maret-April 2004

Selasa, 31 Mei 2011

lmu Sosial Dasar


1. Pengertian Ilmu Sosial Dasar
Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji masalah – masalah sosial yang timbul dan berkembang di masyarakat yang sifatnya multi atau interdisipliner. Ilmu Sosial Dasar diajarkan untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial yang terjadi di sekitar masyarakat, sehingga kita sebagai mahasiswa di harapkan memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sosial di sekitar kita. Dengan kepekaan sosial itu, kita diharapkan memiliki kepedulian sosial dalam menerapkan ilmu yang kita punya di masyarakat.

2. Tujuan Ilmu Sosial Dasar
Tujuan dari Ilmu Sosial Dasar adalah untuk membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian masyarakat agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih baik dan lebih luas.

3. Hubungan Ilmu Sosial Dasar ( ISD ) dengan Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS )

Ilmu Sosial Dasar ( ISD ) dan Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) keduanya mempunyai persamaan dan perbedaan.

Adapun persamaan antara keduanya adalah: Keduanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan. Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial di masyarakat.

Adapun perbedaan antara keduanya adalah: Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan ( SD dan SMP ). Ilmu Sosial Dasar merupakan satu mata kuliah tunggal sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran( untuk SMP ). Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian seseorang sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketermpilan intelektual seseorang.

4. Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar ( ISD )

Materi Ilmu sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu:

• Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.

• Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementar saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial.

• Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan. Konsorsium Antar Bidang telah menetapkan bahwa perkuliahan Ilmu Sosial Dasar terdiri dari 8 pokok bahasan,dari ke delapan pokok bahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya:

1.Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2.Masalah individu,keluarga dan masyarakat.
3.Masalah pemuda dan sosialisasi.
4.Masalah hubungan antara warga negara dan negara.
5.Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
6.Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
7.Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integritas.
8.Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Senin, 30 Mei 2011

MENELUSURI KUTUKAN2 BENDA SENI



Pada tahun 1985, Inggris dibuat heboh dengan rangkaian kebakaran yang terjadi secara misterius. Kehebohan pun berlanjut ketika ditemukan bahwa di semua rumah yang nyaris terbakar habis, terdapat sebuah benda yang tidak tersentuh api, yaitu lukisan anak laki-laki yang menangis. Kabar yang lebih mengejutkan muncul, ternyata sebelumnya sudah banyak kasus serupa lain yang tidak meninggalkan petunjuk logis.

Setelah ditelusuri, konon sang objek lukisan tersebut adalah seorang anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal terbakar. Tak berapa lama setelah lukisan tersebut diproduksi, studio sang pelukis hancur terlalap api. Bocah tersebut pun kemudian tewas dalam sebuah ledakan. Katanya, arwah si bocah-lah yang menghantui melalui tangisan dalam lukisan tersebut.

Untuk menghilangkan kutukannya, sebuah terbitan lokal pun menggelar aksi pembakaran lukisan yang diproduksi secara massal tersebut. Banyak lukisan berhasil dimusnahkan, tetapi diperkirakan masih ada ribuan cetakan lainnya beredar di seluruh dunia.

TEROR ROBERT THE DOLL



robert-the-doll

Kalau berkunjung ke Museum East Martello, Florida, kita bisa melihat sebuah boneka berumur lebih dari satu abad, Robert the Doll. Boneka berukuran seperti bocah kecil ini sangat terkenal, lho! Bukan karena boneka peninggalan abad ke-19 ini lucu, tapi karena horor!!! hiii….

Kisahnya berawal sekitar tahun 1896, ketika keluarga Otto memberikan boneka kepada anak bungsunya Robert Eugene Otto. Saking terpikatnya, sang anak memberikan namanya sendiri, Robert, kepada boneka itu, dan mengganti panggilan dirinya menjadi, Gene.

Semenjak itu, kejadian demi kejadian aneh terjadi di rumah keluarga Otto, dari mulai terdengar suara tawa asing, berbagai kekacauan dan kerusakan, sampai laporan para tetangga yang melihat penampakan mengerikan Robert. Yang paling parah, Robert sepertinya memperbudak Gene hingga bocah tersebut shock dan ketakutan. Melihat ketidakberesan tersebut, keluarga Otto menyingkirkan Robert ke loteng.

Ketika Gene sudah dewasa, ia menemukan kembali boneka Robert. Dalam waktu singkat, boneka itu pun kembali “menguasai” diri Gene, hingga ia nyaris gila. Warga kota yang melewati rumah keluarga Otto dihantui teror Robert dari jendela kamarnya.

Kabarnya, kejadian mengerikan itu terus berlanjut sampai museum tempat tinggal Robert sekarang. Wah, kalo bonekanya kya gini, kyanya gada lucu-lucunya sama sekali, yaa??

KERIS



keris

Seringkali kita dengar cerita mengenai senjata khas Indonesia yang memiliki kekuatan sehingga dapat bergerak, berdiri, bahkan terbang dengan sendirinya. Kisah itu pun dibarengi dengan kejadian mistis mengerikan.

Salah satu legenda yang terkenal sampai sekarang adalah kisah kesaktian keris buatan Mpu Gandring. Keris sakti tersebut banyak menelan korban, termasuk pembuatnya. Mpu Gandring dihabisi degan sadis oleh pemesan keris tersebut, Ken Arok. Sejak itu, keris Mpu Gandring tidak berhenti meminta tumbal yang haus kekuasaan, termasuk Ken Arok dan keturunannya. Konon, katanya, keris tersebut kemudian dibuang ke laut dan berubah wujud menjadi seekor naga. Wahh mistis banged deh!

Ternyata sampai saat ini pun masih banyak pembuat keris sakti alias keris pusaka. Pembuatannya pun harus melalui tahap yang berat seperti mencocokkan tanggal lahir dan tujuan si pemesan, berpuasa, melakukan perhitungan dengan penanggalan Jawa, dan banyak ritual lainnya. Legenda keris Mpu Gandring pun dipegang teguh sampai sekarang, bahwa keserakahan akan berujung pada kehancuran. JANGAN GANGGU FIRAUN

pharaoh_3



Jangan pernah coba-coba mengutak-atik mummy Firaun beserta barang peninggalannya, kalau kita gak mau bernasib sama seperti Carnarvon. Pembesar Inggris ini, konon mendadak meninggal dunia setelah membongkar kuburan Tutankhamun, salah satu Firaun pada tahun 1923. Anehnya lagi, di hari Carnarvon meninggal, seluruh listrik di Kairo pun padam tanpa ada yang tahu penyebabnya.

Tutankhamun merupakan Raja Mesir yang memiliki kisah tragis. Diangkat sebagai Firaun ketika berumur 9 tahun, ia hanya sempat sekejap merasakan kekuasaan. Belum genap 19 tahun, ajla menjemputnya. Penyebab kematiannya masih belum mencapai titik terang, walaupun banyak yang percaya akan adanya konspirasi pembunuhan sadis terhadap raja belia tersebut.

Misteri Tutankhamun pun terus berlanjut hingga kini. Katanya, terdpat kutukan bahwa barangsiapa yang mengganggu sang raja dalam tidur panjangnya, akan merasakan kemalangan. Walaupun banyak yang meragukan kutukan tersebut, hal aneh terus terjadi. Seorang petugas berkebangsaan Amerika yang membawa topeng Tutankhamun kabarnya mendadak terserang stroke, dan seorang pemuda Jerman yang nekat mencuri salah satu harta karun Tutankhamun mati dengan mengenaskan. Masih berani coba-coba ???.

Kamis, 26 Mei 2011

Pendidikan Utama Kepada Anak-anak

Pendidikan kepada anak sejak dini tentu sangat perlu untuk diperhatikan dan di antara yang perlu diperhatikan dan diutamakan adalah:

1 Melatih anak-anak untuk mengucapkan kalimat syahadat. Dan menjelaskan maknanya ketika mereka sudah besar (bisa memahami).
2 Menanamkan rasa cinta dan iman kepada Allah dalam hati mereka, karena Allah adalah Pencipta, Pemberi rizki dan Penolong satu-satunya tanpa ada sekutu bagiNya.
3 Memberi kabar gembira kepada mereka dengan janji Surga, bahwa Surga akan diberikan kepada orang-orang yang melakukan shalat, puasa, mentaati kedua orangtua dan berbuat amalan yang diridhai oleh Allah, serta menakut-nakuti mereka dengan Neraka, bahwa Neraka diperuntukkan bagi orang yang meninggalkan shalat, menyakiti orangtua, membenci Allah, melakukan hukum selain hukum Allah dan memakan harta orang dengan menipu, membohongi, riba dan lain sebagainya.
4 Mengajarkan anak-anak untuk meminta dan memohon pertolongan hanya kepada Allah semata, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam kepada anak pamannya: "Jika kamu meminta sesuatu mintalah kepada Allah, dan jika kamu memohon pertolongan mohonlah kepada Allah." (HR. At-Tirmidzi).
5 Pengajaran shalat kepada anak laki-laki maupun perempuan pada masa kecil adalah wajib agar mereka terbiasa jika sudah besar.
Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam bersabda: "Ajarkanlah shalat kepada anak-anakmu jika sudah sam-pai umur tujuh tahun, pukullah karena meninggalkannya jika sudah sampai umur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka." (HR. Ahmad). Pengajaran shalat tersebut dilakukan dengan wudhu dan shalat di depan mereka, membawa mereka pergi bersama ke masjid, memberikan kepada mereka buku tentang cara-cara shalat sehingga seluruh keluarga mempelajari tata cara shalat. Hal ini merupakan kewajiban seorang guru dan kedua orangtua. Setiap pengurangan tanggung jawab tersebut akan ditanya oleh Allah.
6 Mengajarkan Al-Qur.anul Karim kepada anak-anak, di-mulai dari surat Al-Fatihah dan surat-surat pendek serta menghafal do.a tahiyat untuk shalat. Menyediakan guru untuk mengajarkan tajwid, menghafal Al-Qur.an dan Hadits.
7 Mendorong anak-anak shalat Jum.at dan jama.ah di mas-jid di belakang kaum laki-laki, berlemah lembut dalam memberi nasihat jika mereka bersalah, tidak dengan suara keras dan mengagetkan mereka, agar mereka tidak meninggalkan shalat kemudian kita berdosa. Jika ingat masa kanak-kanak dan permainan kita dahulu, tentu kita akan memaklumi hal itu.
8 Memperingatkan anak untuk tidak kafir, mencerca dan melaknat orang serta berbicara yang jelek. Menyadarkan anak dengan lemah lembut bahwa kekufuran itu haram yang menyebabkan kerugian dan masuk Neraka. Hendaknya kita menjaga ucapan di depan mereka agar menjadi teladan yang baik bagi mereka.
9 Memperingatkan anak untuk tidak main judi dengan segala macamnya, seperti yanasib, rolet dan lainnya, meskipun hanya untuk hiburan, karena hal itu mendorong kepada perjudian, pertikaian serta merugikan diri, harta dan waktu, juga melalaikan mereka dari shalat.
10 Melarang anak-anak membaca majalah dan gambar porno serta cerita-cerita komik persilatan dan seksualitas. Melarang penyiaran film-film serupa di bioskop maupun TV karena berbahaya bagi akhlak dan masa depan anak-anak.
11 Melarang anak merokok dan memberi pengertian kepada mereka bahwa para dokter telah sepakat tentang bahaya rokok bagi badan, menyebabkan kanker, merusak gigi, baunya tidak enak, merusak paru-paru dan tidak ada faedahnya sehingga menjual dan menghisapnya adalah haram. Menasihatkan kepada mereka untuk makan buah-buahan dan asinan sebagai ganti rokok.
14 Membiasakan anak-anak jujur dalam perkataan dan perbuatan. Hendaknya kita tidak berbohong kepada mereka, meskipun hanya bergurau. Jika kita menjanjikan sesuatu kepada mereka hendaknya kita penuhi. Dalam hadits shahih disebutkan:
"Barangsiapa berkata kepada anak kecil, „ambillah. kemudian tidak memberinya maka hal itu adalah kebohongan." (HR. Ahmad).
15 Tidak memberi makan kepada anak-anak dengan uang haram seperti uang sogok, riba, hasil curian dan penipuan, karena hal itu menyebabkan kesengsaraan, kedurha-kaan dan kemaksiatan mereka.
16 Tidak mendo’akan kebinasaan dan kemurkaan terhadap anak, karena do’a baik maupun buruk kadang-kadang di-kabulkan, dan mungkin menambah kesesatan mereka. Lebih baik jika kita mengatakan kepada anak: "Semoga Allah memperbaiki kamu."
17 Memperingatkan anak-anak untuk tidak melakukan perbuatan syirik kepada Allah, seperti: berdo’a kepada orang-orang yang sudah mati, meminta pertolongan dari mereka, dengan keyakinan bahwa mereka bisa mendatangkan bahaya maupun manfaat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi madharat ke-pada selain Allah, sebab jika kamu berbuat yang demiki-an itu, maka sesungguhnya kalau begitu kamu termasuk orang-orang yang zhalim (musyrik)." (Yunus: 106).

World's Best Luxury Temples

Ada banyak candi di muka bumi ini. Tapi tentunya ada beberapa yang merupakan terbaik dari yang terbaik. Sebagai contohnya, nih dia ada 10 candi paling mewah yang ada di dunia. Check This Out !!

1. Tiger’s Nest Monastery



Tiger’s Nest Monastery, perched precariously on the edge of a 3,000-feet-high cliff in Paro Valley, is one of the holiest places in Bhutan. Legend has it that Guru Rinpoche [wiki], the second Buddha, flew onto the cliff on the back of a tigress, and then meditated in a cave which now exists within the monastery walls.

The monastery, formally called Taktshang Goemba, was built in 1692 and reconstructed in 1998 after a fire. Now, the monastery is restricted to practicing Buddhists on religious retreats and is off-limits to ordinary tourists.

2. Wat Rong Khun



Wat Rong Khun in Chiang Rai, Thailand is unlike any Buddhist temples in the world. The all-white, highly ornate structure gilded in mosaic mirrors that seem to shine magically, is done in a distinctly contemporary style. It is the brainchild of renowned Thai artist Chalermchai Kositpipat.

Actually, the temple is still under construction. Chalermchai expects it will take another 90 years to complete, making it the Buddhist temple equivalent of the Sagrada Familia church in Barcelona, Spain!

3. Prambanan



Prambanan is a Hindu temple in Central Java, Indonesia. The temple was built in 850 CE, and is composed of 8 main shrines and 250 surrounding smaller ones.

Nearly all the walls of the temple are covered in exquisite bas relief carvings, which narrate stories of Vishnu’s incarnations, adventures of Hanuman the Monkey King, the Ramayana [wiki] epic and other legends.

Though not the biggest temple in Indonesia (Borobudur is larger - see below), Prambanan makes up in beauty and grace for what it lacks in size.

4. Shwedagon Pagoda



No one knows exactly when the Shwedagon Paya [wiki] (or Pagoda) in Myanmar was built - legend has it that it is 2,500 years old though archaeologists estimate that it was built between the 6th and 10th century.

Now, when people say "golden temple" they usually mean that the structure is golden in color. But when it comes to the Shwedagon Pagoda, golden literally means covered in gold! In the 15th century, a queen of the Mon people donated her weight in gold to the temple. This tradition continues until today, where pilgrims often save for years to buy small packets of gold leafs to stick to the temple walls.

As if all that gold wasn’t enough, the spire of the stupa or dome is covered with over 5,000 diamonds and 2,000 rubies (there’s even a 76 carat diamond at the very tip!). And oh, the temple housed one of the holiest relics in Buddhism: eight strands of Buddha’s hair.

5. The Temple of Heaven



The Temple of Heaven [wiki] is a Taoist temple in Beijing, the capital of China. The temple was constructed in 14th century by Emperor Yongle of the Ming Dynasty (who also built the Forbidden City) as his personal temple, where he would pray for good harvest and to atone for the sins of his people.

The Temple’s architecture is quite interesting: everything in the temple, which represents Heaven, is circular whereas the ground levels, which represent the Earth, are square.

6. Chion-in Temple




Chion-in Temple [wiki] was built in 1234 CE to honor the founder of Jodo (Pure Land) Buddhism, a priest named Honen, who fasted to death in the very spot. At one point in time, the complex had 21 buildings but due to earthquakes and fire, the oldest surviving building is from the 17th century.

Visitors to the Chion-in Temple must first pass through the largest gate in Japan: the two-story San-mon Gate. The temple bell is also a record setter: it weighs 74 tons and needs 17 monks to ring it during the New Year celebrations.

Another interesting feature of the Chion-in Temple is the "singing" floor of the Assembly Hall. Called a uguisu-bari or nightingale floor, the wooden planks were designed to creak at every footstep to alert the monks of intruders!

7. Borobudur



In the 19th century, Dutch occupiers of Indonesia found a massive ancient ruin deep in the jungles of Java. What they discovered was the complex of Borobudur, a gigantic structure built with nearly 2 million cubic feet (55,000 m³) of stones. The temple has nearly 2,700 relief panels and 504 Buddha statues.

Until today, no one knows for sure when and why it was built, nor the reason for its complete abandonment hundreds of years ago. Some scholars believe that Borobudur is actually a giant textbook of Buddhism, as its bas reliefs tell the story of the life of Buddha and the principles of his teachings. To "read," a pilgrim must make his way through nine platforms and walk a distance of over 2 miles.

8. Golden Temple



The Harmandir Sahib (meaning The Abode of God) or simply the Golden Temple [wiki] in Punjab, India is the most sacred shrine of Sikhism. For the Sikhs, the Golden Temple symbolizes infinite freedom and spiritual independence.

The site of the Temple began with a small lake that was so peaceful that even Buddha came there to meditate. Thousands of years later, Guru Nanak, the founder of Sikhism also lived and meditate by the lake.

Construction of the Golden Temple began in the 1500s, when the fourth Guru of Sikhism enlarged the lake that became Amritsar or Pool of the Nectar of Immortality, around which the temple and the city grew. The Temple itself is decorated with marble sculptures, gilded in gold, and covered in precious stones.

9. The Temple of Srirangam




The Temple of Srirangam (Sri Ranganathaswamy Temple [wiki]), in the Indian city of Tiruchirapalli (or Trichy), is the largest functioning Hindu temple in the world (Ankor Wat is the largest of all temple, but it is currently non-functioning as a temple - see below).

The temple is dedicated to Vishnu, one of three Gods in Hinduism. Legend has it that a long time ago, a sage rested and put down a statue of Vishnu reclining on a great serpent. When he was ready to resume his journey, he discovered that the statue couldn’t be moved, so a small temple was built over it. Over centuries, the temple "grew" as larger ones were built over the existing buildings.

The temple complex is massive: it encompasses an area of over 150 acres (63 hectares) with seven concentric walls, the outermost being about 2.5 miles (4 kilometers) long! The walls demarcate enclosures within enclosures, each more sacred than the next, with the inner-most enclosure is forbidden to non-Hindus.

The Temple of Srirangam is famous for its gopurams or entrances beneath colorful pyramids. The temple has 21 gopurams total, with the largest one having 15 stories and is nearly 200 feet (60 m) tall.

10. Angkor Thom, and Bayon



Last but definitely not least is the largest temple in history and the inspiration to countless novels and action movies of Hollywood: Ankor Wat.

Angkor Wat [wiki] was built in the early 12th century in what is now Cambodia. The world famous temple was first a Hindu one, dedicated to Vishnu. In the 14th or 15th century, as Buddhism swept across Asia, it became a Buddhist temple.

The Western world’s got a glimpse of Angkor Wat when a 16th century Portuguese monk visited the temple and eloquently described it as "of such extraordinary construction that it is not possible to describe it with a pen, particularly since it is like no other building in the world. It has towers and decoration and all the refinements which the human genius can conceive of." His words still rang true today.

Tourists visiting Angkor Wat usually also visit the nearby ruins of Angkor Thom and Bayon [wiki], two fantastic temples that serve as the ancient capital of K

Rabu, 25 Mei 2011

Kutukan Raja Pulau Mintin

Pada zaman dahulu, terdapatlah sebuah kerajaan di Pulau Mintin daerah Kahayan Hilir, Kalimantan Tengah. Kerajaan itu sangat terkenal akan kearifan rajanya. Akibatnya, kerajaan itu menjadi wilayah yang tenteram dan makmur.
Pada suatu hari, permaisuri dari raja tersebut meninggal dunia. Sejak saat itu raja menjadi murung dan nampak selalu sedih. Keadaan ini membuatnya tidak dapat lagi memerintah dengan baik. Pada saat yang sama, keadaan kesehatan raja inipun makin makin menurun. Guna menanggulangi situasi itu, raja berniat untuk pergi berlayar guna menghibur hatinya.
Untuk melanjutkan pemerintahan maka raja itu menyerahkan tahtanya pada kedua anak kembarnya yang bernama Naga dan Buaya. Mereka pun menyanggupi keinginan sang raja. Sejak sepeninggal sang raja, kedua putranya tersebut memerintah kerajaan. Namun sayangnya muncul persoalan mendasar baru.
Kedua putra raja tersebut memiliki watak yang berbeda. Naga mempunyai watak negatif seperti senang berfoya-foya, mabuk-mabukan dan berjudi. Sedangkan buaya memiliki watak positif seperti pemurah, ramah tamah, tidak boros dan suka menolong.
Melihat tingkah laku si Naga yang selalu menghambur-hamburkan harta kerajaan, maka si Buayapun marah. Karena tidak bisa dinasehati maka si Buaya memarahi si Naga. Tetapi rupaya naga ini tidak mau mendengar. Pertengkaran itu berlanjut dan berkembang menjadi perkelahian. Prajurit kerajaan menjadi terbagi dua, sebahagian memihak kepada Naga dan sebagian memihak pada Buaya. Perkelahian makin dahsyat sehingga memakan banyak korban.
Dalam pelayarannya, Sang raja mempunyai firasat buruk. Maka ia pun mengubah haluan kapalnya untuk kembali ke kerajaanya. Betapa terkejutnya ia ketika menyaksikan bahwa putera kembarnya telah saling berperang. Dengan berang ia pun berkata,”kalian telah menyia-nyiakan kepercayaanku. Dengan peperangan ini kalian sudah menyengsarakan rakyat. Untuk itu terimalah hukumanku. Buaya jadilah engkau buaya yang sebenarnya dan hidup di air. Karena kesalahanmu yang sedikit NGFBHGFDFVBDFV XC XCV XC XC CXVFVRWEFWEFSDFCSDCSDCSDCSSXSDCSDVCSDVSDVSDVSDmaka engkau akan menetap di daerah ini. Tugasmu adalah menjaga Pulau Mintin. Sedangkan engkau naga jadilah engkau naga yang sebenarnya. Karena kesalahanmu yang besar engkau akan tinggal di sepanjang Sungai Kapuas. Tugasmu adalah menjaga agar Sungai Kapuas tidak ditumbuhi Cendawan Bantilung.”
Setelah mengucapkan kutukan itu, tiba-tiba langit gelap dan petir menggelegar. Dalam sekejap kedua putranya telah berubah wujud. Satu menjadi buaya. Yang lainnya menjadi naga.

(Diadaptasi secara bebas dari Lambertus Elbaar, “Kutukan Raja Pulau Mintin,”Sumber: www.seasite.niu.edu

Asal Mula Selat Bali

Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran.
Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, “Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau memberi sedikit hartanya.”
Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, dia duduk bersila. Sambil membunyikan genta dia membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih. Tidak lama kernudian sang Naga keluar. Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan. Setelah mengucapkan terima kasih, Sidi Mantra mohon diri. Semua harta benda yang didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dengan harapan dia tidak akan berjudi lagi. Tentu saja tidak lama kemudian, harta itu habis untuk taruhan. Manik Angkeran sekali lagi minta bantuan ayahnya. Tentu saja Sidi Mantra menolak untuk membantu anakya.
Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. Manik Angkeran tahu untuk sampai ke sana dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai doa dan mantra. Jadi, dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur.
Setelah sampai di kawah Gunung Agung, Manik Angkeran membunyikan gentanya. Bukan main takutnya ia waktu ia melihat Naga Besukih. Setelah Naga mendengar maksud kedatangan Manik Angkeran, dia berkata, “Akan kuberikan harta yang kau minta, tetapi kamu harus berjanji untuk mengubah kelakuanmu. Jangan berjudi lagi. Ingatlah akan hukum karma.”
Manik Angkeran terpesona melihat emas, intan, dan permata di hadapannya. Tiba-tiba ada niat jahat yang timbul dalam hatinya. Karena ingin mendapat harta lebih banyak, dengan secepat kilat dipotongnya ekor Naga Besukih ketika Naga beputar kembali ke sarangnya. Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. Tetapi karena kesaktian Naga itu, Manik Angkeran terbakar menjadi abu sewaktu jejaknya dijilat sang Naga.
Mendengar kematian anaknya, kesedihan hati Sidi Mantra tidak terkatakan. Segera dia mengunjungi Naga Besukih dan memohon supaya anaknya dihidupkan kembali. Naga menyanggupinya asal ekornya dapat kembali seperti sediakala. Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra dapat memulihkan ekor Naga. Setelah Manik Angkeran dihidupkan, dia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik. Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi dia juga mengerti bahwa mereka tidak lagi dapat hidup bersama.
“Kamu harus mulai hidup baru tetapi tidak di sini,” katanya. Dalam sekejap mata dia lenyap. Di tempat dia berdiri timbul sebuah sumber air yang makin lama makin besar sehingga menjadi laut. Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang mernisahkan dia dengan anaknya. Sekarang tempat itu menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.
Sumber: www.seasite.niu.edu

Legenda Candi Prambanan

Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.
Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. “Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,” pikir Bandung Bondowoso.
Esok harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. “Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?”, Tanya Bandung Bondowoso kepada Loro Jonggrang. Loro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. “Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya”, ujar Loro Jongrang dalam hati. “Apa yang harus aku lakukan ?”. Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso.
“Bagaimana, Loro Jonggrang ?” desak Bondowoso. Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. “Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya,” Katanya. “Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?”. “Bukan itu, tuanku, kata Loro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. “Seribu buah?” teriak Bondowoso. “Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam.” Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. “Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!”, kata penasehat. “Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang kubutuhkan!”
Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. “Pasukan jin, Bantulah aku!” teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. “Apa yang harus kami lakukan Tuan ?”, tanya pemimpin jin. “Bantu aku membangun seribu candi,” pinta Bandung Bondowoso. Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah.
Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. “Wah, bagaimana ini?”, ujar Loro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. “Cepat bakar semua jerami itu!” perintah Loro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung… dung…dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing.
Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. “Wah, matahari akan terbit!” seru jin. “Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari,” sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin.
Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. “Candi yang kau minta sudah berdiri!”. Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. “Jumlahnya kurang satu!” seru Loro Jonggrang. “Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan”. Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat murka. “Tidak mungkin…”, kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. “Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!” katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan disebut Candi Loro Jonggrang. Karena terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah, Candi Loro Jonggrang dikenal sebagai Candi Prambanan
Sumber: e-smartschool.com
morzing.com dunia humor dan amazing!