PPC Iklan Blogger Indonesia

Kamis, 07 April 2011

Ali Anwar, Penjaga Sejarah Bekasi

SEJARAH bagisebagian orang membosankan.Namun untuk Ali Anwar, sejarah adalah mainan yang mengasyikkan. Begitulah, Ali sudah kepincut cerita sejarah sejak remaja.Cerita tentang Bekasi tempo dulu yang dituturkan oleh orang-orang tua di kampungnya membangunkan imajinasi Ali.Suatu ketika, Ali muda kecewa ketika mendapati kenyataan bahwa Bekasi kurang diakui dalam peta kebudayaan nusantara dan sejarah pergolakan kemerdekaan.Sejak itu, ia bertekad untuk mengabdikan diri, mengumpulkan serpihan sejarah Bekasi yang terserak.Noer Alimemberikan dorongan kepada saya untuk mendalami ilmu sejarah.Katanya, harus ada orang Bekasi yang menulis sejarah kampungnya sendiri,"Noer Ali,seorang tokoh masyarakat Bekasi.Karya tulis sejarahnya yang pertama adalah "Bekasi Lautan Api", sebuah tulisan yang menggambarkan tentang pembumihangusan Bekasi oleh pasukan sekutu pada 13 Desember 1945.Ketika itu, Ali baru memasuki bangku kuliah di Universitas Indonesia pada Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya.Sejarah yang dianggap biasa saja oleh para pencerita itu ternyata menjadi sorotan media nasional dan internasional kala itu.Tulisan ini kemudian dikembangkan Ali selama dua puluh tahun dan diterbitkan menjadi buku berjudul Bekasi Dibom Sekutu : Pembumihangusan Kota dan Kampung-kampung di Bekasi oleh Tentara Sekutu-Inggris, 13 Desember 1945, Bekasi terbitan Komunitas Baca Bekasi, pada tahun 2006. kata pria kelahiran Bekasi, 12 Januari 1965 ini. Berbagai buku sejarah telah lahir dari tangannya, antara lain, Seri Sejarah Peradaban Dunia, Gerakan Protes Petani Bekasi : Studi Kasus Awal Masuknya Sarekat Islam di Tanah Partikelir, Sejarah Bekasi Sejak Purnawarman sampai Orde Baru, Cuplikan Sejarah Patriotik Rakyat di Bekasi, Benda Cagar Budaya Kabupaten Bekasi, Konflik Sampah Kota, dan K.H.Ali memandang,penulisan sejarah sama halnya dengan usaha mencari identitas kultural.Bekasi, kata dia, sampai saat ini tidak memiliki akar budaya yang jelas. Salah satu faktor karena Bekasi yang menjadi tempat berbaurnya berbagai macam kebudayaan di era kerajaan Tarumanegara. Selain sibuk mengeluti sejarah, Ali juga aktif di One Center Bekasi, Ketua Bekasi Heritage, Ketua Komunitas Budaya Pangkalan Bambu, dan pengurus Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKMB) Bhagasasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

morzing.com dunia humor dan amazing!