PPC Iklan Blogger Indonesia

Sabtu, 09 April 2011

Biografi Ki Hadjar Dewantara

KiHajar Dewantara bernama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.Beliau salah satu perintis dunia pendidikan di Indonesia, juga perintis dunia jurnalistik Indonesia, aktivis Organisasi Insulinde, Boedi Oetomo, Indische Partij, politisi dan pendiri Taman SiswaBiografi Singkat Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 dan meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun.Ia menamatkanpendidikan dasar di ELS (Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar, antara lain, Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan PoesaraAktivitas dalam organisasi dan kiprah perjuangan Aktivitas Organisasi Kiprah Perjuangan Boedi Utomo Insulinde, Indische Partij, Aktif di menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia (terutama Jawa) mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.Dan membidani kongres pertama Budi Oetomo di Yogyakarta. dan"Seandainya Aku Seorang Belanda" ("Als ik eens Nederlander was"), dimuat dalam surat kabar De Expres pimpinan DD, tahun 1913.Isi artikel ini adalah kritik tajam terhadap pemerintah kolonial Akibat tulisanny ia ditangkap atas persetujuan Gubernur Jenderal Idenburg dan akan diasingkan ke Pulau Bangka (atas permintaan sendiri).Namun demikian kedua rekannya, DD dan Tjipto Mangoenkoesoemo, memprotes dan akhirnya mereka bertiga diasingkan ke Belanda (1913)..Indische Vereeniging Dalam pengasingan di Belanda, Soewardi aktif dalam organisasi para pelajar asal Indonesia.Di sinilah ia kemudian merintis cita-citanya memajukan kaum pribumi dengan belajar ilmu pendidikan hingga memperoleh Europeesche Akte, suatu ijazah pendidikan yang bergengsi yang kelak menjadi pijakan dalam mendirikan lembaga pendidikan yang didirikannya.Dalam studinya ini Soewardi terpikat pada ide-ide sejumlah tokoh pendidikan Barat, seperti Froebel dan Montessori, serta pergerakan pendidikan India, Santiniketan, oleh keluarga Tagore.Pengalaman mengajarini kemudian digunakannya untuk mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang ia dirikan pada tanggal 3 Juli 1922: Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa.Saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan Jawa, ia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semboyan dalam sistem pendidikan yang dipakainya kini sangat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia. Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia, terlebih di sekolah-sekolah Perguruan Tamansiswa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

morzing.com dunia humor dan amazing!