PPC Iklan Blogger Indonesia

Senin, 11 April 2011

Revolusi hijau

Revolusi hijau adalah suatu revolusi produksi biji-bijian (gandum, padi, dan jagung) melalui penelitian ilmiah sehingga produktivitas panen meningkat. Karena pertambahan penduduk yang sangat pesat harus diimbangi oleh peningkatan produksi hasil pertanian.

Setelah Perang Dunia I produksi pangan terancam karena lahan pertanian hancur. Untuk mengatasi kondisi ini, para pengusaha Amerika berupaya mengembangkan pertanian agar mencukupi kebutuhan pangan dengan melaksanakan penelitian-penelitian. Penelitian itu dilaksanakan di beberapa negara seperti Meksiko, India, Palestina, dan Filipina, terutama penelitian padi dan gandum. Dari hasil proses persilangan akhirnya ditemukan varietas-varietas unggul yang berdampak sangat positif, yaitu panen yang semula dilakukan dalam satu tahun hanya satu kali, setelah ditemukan varietas-varietas unggul tersebut bisa meningkat menjadi tiga kali dalam satu tahun.

Demikian halnya setelah Perang Dunia II, revolusi hijau hadir sebagai upaya untuk mengatasi menurunnya produksi pertanian terutama yang diakibatkan oleh hancurnya lahan pertanian. Upaya-upaya yang dilakukan diantaranya adalah ekstensifikasi, intensifikasi, mekanisasi, dan diversifikasi.

Revolusi hijau di Indonesia
Seperti kita semua ketahui, Indonesia terkenal sebagai negara agraris, namun sebagian besar para petani masih menggunakan teknik yang sangat sederhana, sehingga hasil produksi pertanian relatif hanya untuk mencukupi kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu, pemerintah berusaha menumbuhkan dan meningkatkan produksi pertanian dengan berbagai upaya, seperti:
a. Perluasan wilayah pertanian.
b. Memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada para petani agar memahami teknik bercocok tanam yang modern.
c. Melakukan penelitian-penelitian untuk mendapatkan varietas unggul sesuai dengan kondisi alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

morzing.com dunia humor dan amazing!