
MEDAN - Walaupaun Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Wisjnu Amat Sastro menyebutkan pihaknya terus melakukan pengawasan dan penyelidikan tentang kemungkinan adanya gerakan kelompok Negara Islam Indonesia (NII) di kawasan Sumut, namun para orang tua yang sejak lama telah kehilangan anaknya masih merasa resah. Anak-anak mereka yang telah dilaporkan hilang ke polisi, belum juga kembali.
Sebelumnya 10 mahasiswa di Medan dan Sumut dilaporan hilang, diduga diculik dan mengikuti Negara Islam Indonesia (NII). Para orang tua mereka mengaku, seluruh korban menghilang setelah mengikuti pengajian di lingkungan kampusnya.
Orang tua mahasiswi yang menghilang, malam ini berkumpul di rumah salah satu orang tua korban di kawasan Jalan Pelita IV, Gang Madrasah, Medan Perjuangan. Mereka sengaja berkumpul untuk berbagi informasi terkait keberadaan anaknya yang hilang antara 2008 dan 2009.
Seluruh keluarga korban ini mengaku anaknya menghilang setelah mengikuti pengajian yang berada di lingkungan kampus. Para orang tua korban ini juga mengaku kepribadian anaknya menjadi berubah sejak aktif dalam pengajian tersebut.
Mereka juga mengakui, perangai anaknya lebih tertutup dan tidak peduli lagi kepada orang tua dan keluarga mereka. Korban hanya peduli kepada sesama anggota pengajian.
Salah seorang orang tua korban, Halimah mengatakan anaknya bernama Sumalia, menghilang sejak 2009, beberapa hari setelah wisuda di kampus Budi Darma. Sejak menghilang, anaknya baru sekali menghubungi abangnya dan mengatakan dia berada di Padang bekerja. “Dia menghubungi abangnya dan meminta agar menjaga saya. Setelah itu tidak terdengar lagi kabarnya,” kata Halimah, kepada Waspada Online.
Para orang tua ini juga mengakui sudah melaporkan kejadian ini kepada Polda Sumut pada 2010, namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut dari pihak kepolisian.
Para orang tua berharap petugas kepolisian segera mengungkap keberadaan putri mereka. Korban yang hilang yaitu, Deyulanti asal Kabupaten Batu Bara, Nurhidayah asal Medan, Mawaddah asal Kabupaten Asahan, Gusti Khairani Simatupang asal Kabupaten Deli Serdang, Dori Israwani Siregar asal Medan, Harni Purnama Ningsih asal Medan, Surya Hidayati asal Kabupaten Asahan, Sumalia asal Kabupaten Deli Serdang, Yulimayasari asal Medan, dan Kiki Amalia asal Kabupaten Deli Serdang.
Menanggapi hal itu, Kapolda Sumut, Irjen Wisjnu Amat Sastro, menyebutkan kalau isu adanya NII di Sumut sampai saat ini terus diselidiki dan pihaknya juga terus melakuan pengawasan terhadap kegiatan masyarakat.
Polda Sumut juga menurut orang nomor satu di Mapoldasu tersebut juga memperketat pengawasan di kawasan yang berbatasan dengan Provinsi Aceh seperti kawasan Langkat dan Dairi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar