Berbicara aktivitas gunung api di Jawa Timur, khususnya di Lumajang, perhatian masyarakat selalu tertuju pada aktivitas vulkanik Gunung Semeru saja. Dimana, gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3676 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini, memang berstatus waspada dengan kemunculan kubah lava baru yang saat ini jadi perhatian serius untuk diamati oleh pihak PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi).
Namun, di Kabupaten Lumajang tidak hanya Gunung Semeru saja, yang berstatus aktif. Masih ada satu gunung api lain dengan status aktif normal, yakni Gunung Lemongan dengan ketinggian 1671 meter diatas permukaan laut (mdpl) di wilayah Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang.
Gunung Api yang kawahnya tertutup 5 telaga (Ranu, red) tersebut, masing-masing Ranu Klakah, Ranu Pakis, Ranu Bedali, Ranu Lading dan Ranu Logong tersebut, memiliki keunikan tersendiri.
Drs Rochani Sekretaris Satlak Penanggulangan Bencana (PB) Kabupaten Lumajang ketika dikonfirmasi DIDI reporter Sentral FM Lumajang, Jumat (17/6/2011) siang, menyebutkan jika keunikan aktivitas vulkanik Gunung Lemongan dengan memantau kawah yang tersebar.
Selain kawah di puncak Gunung Lemongan yang bisa terpantau secara visual, maish ada 5 kawah lainnya yang seluruhnya tertutup oleh 5 telaga atau ranu di bawahnya.
”Pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Lemongan yang berstatus aktif normal ini, memang tidak sama dengan Gunung Semeru. Jika aktivitas Gunung Semeru dipantau baik secara seismik dan pemantuan visual, untuk aktivitas Gunung Lemongan, selain dipantau secara seismik dan visual juga dengan mengukur suhu di kelima Ranu yang menutupi kawah lainnya,” ungkap Rochani.
Jika terjadi peningkatan vulkanik di Gunung yang wilayahnya berbatasan lansgung dengan sejumlah Kecamatan di Kabupaten Lumajang ini, yakni Kecamatan Ranuyoso, Klakah dan Randuagung ini, maka terjadi peningkatan kadar belerang di kelima Ranu yang merupakan pepundan kawah.
Hal ini biasanya terpantau dengan rutinitas terjadinya fenomena koyo’, sebutan masyarakat di sekitar Ranu saat rembesan belerang naik ke permukaan danau. Akibat fenomena rembesan belerang ini, ikan yang ada di kelima Ranu biasanya mati dan mengambang di permukaan.
Namun, lanjut Rochani, rembesan belerang itu, sesuai hasil pemantauan Pos Pemantau Gunung Lemongan di Gunung Meja, Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, sejauh ini dilaporkan aktivitas vulkanik Gunung Lemongan aktif normal. Dari pemantauan seismik dan visual tidak terjadi kegiatan yang mencolok pada aktivitas gunung Lemongan meski statusnya aktif normal.
Dari pengukuran suhu air Ranu atau danau yang menutupi kawah di sekitar Gunung Lemongan, untuk ranu Klakah tercatat mencapai 29 derajat celcius. Kondisi yang sama juga tercatat dari pengikuran suhu di Ranu Pakis dan Ranu Bedali. Sedangkan, untuk Ranu Lading dan Ranu Logong tercatat mencapai 30 derajat celcius.
Sementara itu, dari pemantauan kegempaan Gunung Lemongan, petugas pemantau Gunung Api Lemongan di Gunung Meja, Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah mencatat aktivitas rutin yang normal saja. “Berdasarkan data tersebut, petugas pemantau Gunung Lemongan menyimpulkan bahwa Gunung Lemongan dalam kondisi Aktif Normal,” pungkas Rochani. (her/ipg)
Teks Foto :
- Panorama Gunung Lemongan di wilayah Kecamatan Klakah.
Foto : Sentral FM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar