PPC Iklan Blogger Indonesia

Minggu, 19 Juni 2011

GERAKAN ZAMAN BARU (NEW AGE MOVEMENT)

Gerakan Zaman Baru (GZB) atau New Age Movement (NAM) adalah kebangunan kembali agama alam (Pantheisme) Timur yang juga merambak dunia Barat, dan mempengaruhi segenap aspek hidup manusia. Kebangkitan ini dengan jelas kita lihat dalam kebangunan kebatinan (mistik), perdukunan (shaman, okult), dan psikologi baru yang menekankan dan berpusatkan "jati diri manusia", dimana manusia menjadi pusat semesta (Humanisme Baru). Pada prinsipnya GZB mempopulerkan kembali kepercayaan dan praktek agama-agama Pantheisme seperti Hinduisme, Buddhisme, dan Taoisme, tetapi dipraktekkan dengan wajah praktis dalam bentuk latihan-latihan kesehatan dan hidup baru. GZB beranggapan bahwa:

"Pada dasarnya dibalik alam semesta ini ada Kekuatan Semesta (Power, Force, Energy) yang menjadi sumber terjadinya segala sesuatu, dan manusia adalah bagian dari kekuatan semesta itu, atau dengan kata lain kalau kita menyebut kekuatan semesta itu sebagai "kekuatan besar" (Makro kosmos) maka manusia adalah "kekuatan kecil" (mikro kosmos). Melalui latihan pernafasan, meditasi dan olah batin maka manusia mencapai kesatuannya dengan kekuatan semesta itu."



Dalam perdukunan (Shamanisme) kekuatan semesta itu dianggap kekuatan magi besar dan manusia berusaha membangkitkan kekuatan itu agar kebal, dan dalam kebatinan kekuatan semesta itu dipandang sebagai roh kehidupan semesta dan manusia berusaha menyatukan tenaga batinnya dengan kekuatan semesta itu atau membangunkan sifat ilahi manusia.

Dalam hubungan dengan keKristenan, yang menjadi masalah adalah bahwa kepercayaan allah sebagai "Kekuatan Semesta" itu menolak hakekat Allah yang berpribadi, Allah hanya dianggap sebagai Kekuatan Energi saja yang mengikuti hukum dualisme negatip-positip (yin-yang) dan manusia dengan kemampuannya (baik pikiran, penglihatan, kekuatan kata-kata) dapat menjadikan dirinya berpotensi seperti kekuatan semesta/allah itu pula.

Tema film New Age umumnya berpusat pada pertempuran yang tidak habis-habisnya antara kekuatan jahat dan baik (yin dan yang), dan bagaimana manusia memanfaatkan kekuatan itu (seperti 'The Force' dalam serial Star Wars). Latihan silat dan senam kesehatan pada prinsipnya berusaha membangunkan tenaga dalamlbatin kita untuk memperoleh kekuatan semesta itu di luar campur tangan Tuhan.

Gerakan Zaman Baru mengajarkan beberapa hal berikut:

1. Hakekat Allah Alkitab sebagai Pribadi dan Pencipta ditolak. "Allah" hanya dianggap sebagai roh/nafas alam semesta atau kekuatan dan energi semesta saja;
2. Dunia dianggap sebagai pertarungan kekuatan negatip dan positip, kekuatan gelap dan terang, kekuatan kejahatan dan kebenaran. Hakekat Iblis sebagai pribadi ditolak;
3. Yesus Kristus tidak diterima sebagai Juruselamat dan hanya dianggap sebagai salah satu tokoh agama saja. Drama penebusan, pencurahan darah dan penyaliban Yesus Kristus ditolak dan dianggap tidak ada artinya. Manusia dapat menyelamatkan diri dengan kekuatan dalam dirinya;



1. NEW AGE


Pengaruh ajaran New Age menyebar dengan luar biasa. Bila kita membaca koran, akan sering ditawarkan praktek pengobatan altematif, pelatihan dan seminar yang menonjolkan 'Program Pengembangan Diri' (self improvement program / human development program). Berbagai istilah dipopulerkan dalam pelatihan/seminar demikian, seperti percaya diri, perbaikan diri, potensi diri, pencapaian diri, aktualisasi diri dan lainnya yang pada umumnya menekankan bahwa manusia memiliki kekuatan/kuasa diri yang dapat dikembangkan demi mencapai sukses hidup.


a. DIRI (SELF)

Secara umum, diri (self) manusia dipercaya memiliki kekuatan atau kuasa yang sudah inheren di dalam diri manusia. Diri (self) manusia ini dianggap mengandung kekuatan yang bisa digali oleh manusia. Diri ini disebut dalam berbagai nama seperti potensi, kekuatan, daya batin, kuasa yang dalam serial film Star Wars dikenal sebagai The Force. Dalam pelatihan/seminar pengembangan diri, memang nama 'diri' itu bisa dijumpai dalam berbagai sebutan yang menarik. Misalnya Anthony Robbins menyebutnya 'the giant within you, ' HND-Training di Bandung menyebutnya 'the diamond in you. ' Diri yang memiliki kekuatan ini dalam istilah mistik yang melatarbelakanginya disebut dalam berbagai nama, seperti chi (China), Kundalini/Prana (India), ki/reiki (Jepang), dan Tenaga Dalam / Sukma Kawekas (Indonesia/Jawa).

Sejalan dengan keyakinan mistik yang menganggap bahwa diri manusia itu bersifat ilahi atau bagian dari kekuatan keilahian (micro cosmos), maka sering diri manusia itu diidentikkan dengan ke ilahian dan juga dikaitkan dengan konsep theisme kristen. Bebetrapa buku mengenai Gerakan Zaman Baru (new age) menyamakan Chi sebagai 'ruach elohim,' bahkan Carl Jung pakar psikologi yang terpengaruh ajaran mistik timur itu menyebut diri manusia sebagai 'Imago Dei' gambar Allah dalam diri manusia.

Tidak kurang beberapa pelatih pengembangan diri yang beragama Kristen mempopulerkannya sikretisme konsep diri mistik dengan kekristenan dan menyebutnya sebagai 'the leader within you' (John C. Maxwell), 'the huge reservoir' (Norman Vincent Peale), dan mendorong orang mengucap 'My strength is made perfect in my strengths' (Purpose Driven Life). Paulus Winarto sering diundang gereja-gereja untuk membawakan pelatihan yang pemah ditulisnya dalam buku 'reach your maximum potential' dan tidak kurang tokoh persekutuan mahasiswa Kristen mengajarkan hal yang sama (Dale Carnegie).

Secara umum pengidentifikasian konsep 'Diri' dengan 'Tuhan' menempatkan manusia setara dengan Allah. Seorang tokoh Gerakan Zaman Baru (new age) yaitu Shirley Mc.Laine menyebut dengan lantang: "I am god." (bandingkan dengan ucapan Benny Hinn, Kenneth Hagin, & Morris Cerulo bahwa manusia adalah 'little gods').


b. SUKSES


Bila kita mengamati pelatihan/seminar pengembangan diri itu, apakah itu dilakukan oleh seorang new ager maupun yang beragama kristen, umumnya yang ditawarkan adalah dengan kemampuan dalam diri sendiri seseorang bisa dicapai sukses dan kehidupan berkelimpahan. Sukses disini yang dimaksudkan adalah sukses menurut ukuran dunia, jabatan tinggi dengan penghasilan yang tinggi pula.



2. KEKUATAN BATIN / PIKIRAN


Positive Thinking dan kekuatan dalam diri manusia itu sebenarnya berasal dari dunia mistiklmagis kuno yang sudah lama dipraktekkan dalam rangka okultisme perdukunan seperti dipraktekkan dalam kepercayaan tentang tahyul, nasib, mistik, magis, spiritisme, dan satanisme. Hongsui/Fengshui adalah bagian dari kepercayaan ini yang beranggapan bahwa manusia dengan kekuatannya berada secara geosentris dalam permainan kosmos.
Sebenarnya ajaran mengenai kekuatan batin/pikiran sudah jauh diajarkan dalam kepercayaan premordial, dalam manisme dan terutama mistisisme (kebatinan) dan bangun kembali sebagai New Age pada masa kini. Dalam kepercayaan kuno, ada kesadaran bahwa dunia ini bukan sekedar dunia yang kita rasa dan raba saja tetapi ada realita lain yang lebih besar dibaliknya.


a. MANA, KUNDALINI, CHI/KI/ZEN

Beberapa bentuk dan panggilan Kekuatan Batin/Pikiran yang sudah kita pelajari adalah a.l. Mana dan Magi, kekuatan Piramid, Kundalini/Prana, Chi/KilZen, dan dalam New Age dikenal istilah modem seperti Bioenergy atau The Force.


b. THE FORCE

Manisme dalam budaya premordial dan kekuatan batin/pikiran dalam budaya mistik, digambarkan secara modem dalam film garapan George Lucas yaitu 'Star Wars.' Dalam Star Wars, konsep Mana dan Kekuatan itu digambarkan sebagai 'The Force' (Sang Tenaga) sebagai energi atau medan energi yang memberi dorongan hidup pada semua mahluk, ada yang memiliki sedikit ada yang banyak, dan energi ini bersifat netral & memiliki dua aspek berlawanan sisi baik dan jahat.

Jelas terlihat bahwa konsep 'The Force' tidak beda dengan Mana, Kundalini, Chi, Ki dll.nya yang merupakan kekuatan batin/ pikiran yang bisa diolah manusia. Dualisme mistik juga menjiwai The Force dimana didalamnya disebut mengenai sisi baikIterang dan sisi jahat/gelap. Bukan hanya itu, sama dengan konsep Manisme dan Mistik bahwa kekuatan itu dianggap sebagai bagian ilahi dan ilahi itu sendiri, dalam serial Star Wars, The Force itu juga dianggap sama dengan Tuhan. Bila umat Kristen berkata 'May God be with You,' dalam Star Wars berubah menjadi 'May The Force be with You.'



3. NEW THOUGHT


Gerakan New Thought (Pemikiran Baru) dirintis tokoh-tokoh Quimby, Mary Baker Eddy (yang dikenal sebagai pendiri aliran Christian Science) dan Charles Filmore.

a. Phineas Parkhust Quimby

Quimby mempelajari sipritualisme (hubungan dengan orang mati), hidroterapi, mesmerisme (hipnotis) dan berbagai eksotika kejiwaan lainnya yang berkembang pada masa hidupnya. Ia terpengaruh hipnotisme yang diajarkan guru Perancis Charles Poyen yang mengunjungi Portland, dimana Quimby tinggal, pada tahun 1827.

Quimby mengidap cacat, dan pada tahun 1838 ia mulai mencoba ilmu hipnotis yang dipelajarinya untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Dalam beberapa tahun usahanya berhasil dan pada umurnya yang 60-an ia dikenal sebagai seorang penyembuh (healer). Dalam prakteknya ia mengamati bahwa bukan obat-obat yang menyembuhkan pasiennya tetapi kepercayaan pasien bahwa obat itu bisa menyembuhkan yang memegang peran utama. Penyembuhannya bersifat mental. Ini kemudian mendorong Quimby mengobah cara hipnotis dan menggantinya dengan sugesti mental yang sederhana. Ia menggunakan kekuatan batin atau pikiran. Quimby disebut sebagai pelopor mind cure dan aliran ini kemudian dikenal sebagai New Thought (pemikiran baru).


b. Mary Baker Eddy a Christian Science

Christian Science (Ilmu Pengetahuan Kristen) adalah agama yang timbul di Amerika Serikat yang tidak mau mengakui hakekat materi dan bersandar semata-mata pada sebuah dalil, yakni bahwa secara mutlak realitas dari segala sesuau adalah roh saja. Propaganda dari aliran ini adalah surat kabar Christian Science Monitor dan brosur yang diterbitkan berjudul Christian Science Sentinel. Christian Science mengajarkan bahwa realitas dari segala sesuatu adalah roh saja, dan semua pengetahuan yang lazim (science) adalah omong kosong belaka. Science yang benar adalah Christian Science yang dapat mengikis segala anggapan yang keliru tentang penyakit, dosa dan maut, yang dikira orang sebagai ada tetapi sebenarnya tidak ada.

Tidak dapat disangkal bahwa sebagai pelopor dari faham mind cure (penyembuhan dengan pikiran) yang memberi peran utama pada pikiranlbatin (mind) seseorang dalam mengatasi baik aspek pengajaran (faham) maupun kesembuhan (health), ajaran Christian Science dalam bentuk umum telah menjiwai pelatihan positive thinking dan pengembangan diri (human potential movement) yang terus berkembang pengaruhnya sampai kini.

Hanya bila Christian Science semula berpangkal dari penggunaan pikiran untuk penyembuhan sakit penyakit, human potential movement mempraktekkannya lebih luas kedalam bisnis dan hubungan kemanusiaan. Mary Baker Eddy (lahir 1821) berjumpa dengan Phineas Parkhust Quimby, yang mengajarkannya pengobatan dengan hipnotis. Di sinilah ia terpengaruh ajaran yang menganggap bahwa 'bukan obat-obatan yang memberi kesembuhan melainkan sikap batin si sakit.' Lama kelamaan tumbuh keyakinan dalam dirinya bahwa penyakit sebenarnya berasal dari pikiran si sakit sendiri, karena itu pengobatannya harus melalui pikiran si sakit sendiri. Inilah yang kemudian dikenal sebagai mind cure (pengobatan melalui pikiranIbatin).


c. Charles Filmore

Salah satu murid Mary Baker Eddy adalah suami isteri Charles Filmore. Keduanya juga mengalami cacat dan berhasil mengalami kesembuhan melalui mind cure, dan kemudian Filmore menulis buku berjudul Modern Thought (1889). Di tahun 1891 keluarga Filmore mulai melayani kekristenan secara praktis melalui pemikiran barunya. Mereka membentuk Society of Silent Help yang


kemudian disebut Society of Silent Unity.
Sekalipun tidak bergabung dengan gereja Christian Science Mary Baker Eddy, ia memiliki faham kekristenan sendiri dan pada akhir pelajaran yang diberikannya, sebagai disiplin mental ia selalu mengucapkan:

"I am the Christ of God .... kesempurnaan saya sekarang dibentuk dalam pikiran ilahi (divine mind) .... Keragu-raguan dan ketakutan saya sekarang teratasi dan saya bersandar pada keyakinan dan damai pada hukum yang tidak berubah dari Tuhan .... Saya tidak lagi menyalahkan, mengkritik, menyensor atau mencari kesalahan rekan-rekan. Juga saya tidak akan merendahkan atau menghukum diri sendiri .... Saya tidak takut, sangat kuat dan bijak dalam kasih Tuhan." (Filmore, hlm. 82,98,127,138).


Bawah sadar manusia tidak memiliki keyakinan demikian, itu harus diisi terus menerus. Tujuan lain selain untuk tujuan kesembuhan melalui pikiran, juga untuk kemakmuran. Buku Filmore berjudul prosperity (kemakmuran, 1936) sangat terkenal, dan ia mengemukakan bahwa adalah salah kalau umat Kristen miskin, karena kemiskinan adalah dosa. Lebih lanjut dianggap kemakmuran bukan sekedar memiliki kekayaan tetapi kemakmuran harus menjadi bagian dan hasil dari pemikiran seseorang.



4. POSITIVE THINKING


Faham Positive Thinking secara populer dikenal melalui tulisan Dale Carnegie, Napoleon Hill, Norman Vincent Peale, Robert Schuller, dan lain-lainnya, dan perkembangan populer karena didongkrak dengan dukungan pemikiran ahli-ahli ilmu jiwa dalam seperti William James (1842-1910), Sigmund Freud (1856-1939), Carl Jung (1875-1961), dan Abraham Maslow (1908-1970).


a. Ahli llmu Jiwa Yang Mendasari


1. William James

Hidup pada pasca era pengaruh rasionalisme dan revolusi industri yang melanda negaranya. Pada masa itu ada optimisme berlebihan yang menganggap kemajuan industri dan teknologi terjadi karena manusia sudah bertumbuh menjadi seperti Allah dan karena itu manusia sebenarnya sudah tidak lagi membutuhkan Allah. Keberadaan Allah tidak ditolak namun ketergantungan manusia kepada Allah sudah tidak perlu. William James dan umumnya ahli -ahli ilmu pengetahuan saat itu kebanyakan termasuk religious agnostik (tidak peduli ada atau tidak adanya Allah).

James yang pertama menguak keberadaan jiwa tak sadar (unconscious) dan konsep inilah yang menj adi dasar tulisannya dalam bukunya yang terkenal 'The Varieties of Religious Experience. '
Dalam pengamatannya ia melihat bahwa ada lebih banyak kehidupan dalam jiwa manusia yang total daripada yang pernah disadari manusia. Manusia sebenarnya menyadari bahwa dirinya bisa diperluas ke bawah sadarnya. Kehidupan yang berkelimpahan bergantung dari keterbukaan kita akan dimensi bawah sadar itu, dan manusia dapat mencapai kekuatan yang lebih tinggi itu melalui jalan saluran bawah sadar dirinya untuk memasuki sumber energi yang tidak terhingga dalam dirinya.

James menyebut bahwa bawah sadar kita merupakan jejak religious kekuatan yang lebih tinggi (higher power) yang adalah 'baik.' Ini membekali setiap individu dengan pengalaman spiritual yang sepenuhnya dan tertinggi secara langsung.


2. Sigmund Freud

Adalah ahli ilmu jiwa dalam yang bekerja semasa William James hidup namun meninggal 29 tahun setelah James. Ia seorang dokter namun tidak ingin praktek melainkan ingin menjadi sarjana yang melakukan penelitian kejiwaan. Dari seorang dokter lainnya Joseph Breuer, ia belajar tentang faedah cara pengobatan katharsis atau cara pengobatan dengan membiarkan seorang mencurahkan kesulitannya.

Dengan minat dan semangat ilmiah yang besar, Freud mulai menjelajah lebih dalam ke dalam jiwa pasien-pasiennya, ia menemukan adanya tenaga-tenaga dinamis yang sedang bekerja dan menjadi sebab timbulnya gejala-gejala abnormal yang harus diobatinya. Lambat laun dalam pemikiran Freud terbentuk pendapat, bahwa kebanyakan dari tenaga -tenaga itu adalah tenaga yang tak sadar. Karena itu baginya bawah sadar merupakan bejana tak terhingga yang menampung tenaga¬tenaga demikian.


3. Car I Jung

Adalah murid Freud dan mewarisi pandangan gurunya, namun ia juga tertarik faham mistik Zen Buddhisme. Pengaruh Okult dan Zen Buddhisme yang diminatinya sangat kuat dalam pemikiran Carl Jung.

Jung biasa mempraktekkan spiritisme dan mempopulerkan meditasi mistik Zen sebagai salah satu terapi psikologinya, termasuk mengajarkan apa yang disebut sebagai 'active imagination' dan 'bawah sadar kolektif dan menganggap bahwa melalui imajinasi/visualisasi, seseorang dapat masuk ke dalam realita roh/dunia dalam. Jung menekankan agar manusia melakukan realisasi diri.


4. Abraham Maslow

Berpendapat bahwa psikologi behaviorisme dan psikoanalisis terlalu kaku dan hanya berkaitan dengan penyakit, ia kemudian mengembangkan teori motivasi, yang menggambarkan proses perkembangan pribadi dari kebutuhan dasar seperti makanan dan seks, menuju kebutuhan yang lebih tinggi. Perkembangan inilah yang disebutnya 'aktualisasi diri', pemenuhan potensi manusia yang tertinggi. Baginya, tujuan utama psikoterapi adalah inegrasi diri.


b. Positive Thinkers


Para Positive Thinkers yang mencuat adalah Dale Carnegie, Napoleon Hill, Norman Vincent Peale, dan Robert Schuller.

1. Dale Carnegie

Termasuk dalam barisan yang menekankan Yesus sebagai model eksekutif.
Tujuan dari misi Dale Carnegie adalah mendorong orang menjadi model manusia baru yang memiliki kwalitas menuju sukses. Pada prinsipnya Dale Carnegie ingin menghadirkan kepribadian bisnis yang positif yang mendorong ke arah sukses. Salah satu tehnik yang diajarkan adalah sikap 'Senyum' (smile).

Konsep Dale lainnya adalah manusia pada dasarnya memiliki keinginan menjadi 'penting' (desire to be important). Orang tidak tertarik kepada orang lain, ia tertarik kepada dirinya sendiri. Berdasarkan kenyataan ini ia mengembangkan perilaku yang menekankan senyuman dan memberi perhatian dan ketertarikan kepada rasa penting pihak lain.

Bila kita mempelajari etika bisnis Dale, terlihat ia menekankan sikap luar dalam memberikan senyuman fisik dan ketertarikan kepada mementingkan orang lain, tapi tidak mendalam mencapai sikap yang benar-benar secara jujur mengasihi orang yang dihadapi-nya (artificial ethics). Senyum bukan karena mengasihi tetapi demi menyenangkan orang, demikian juga tertarik menjadikan orang penting bukan karena orang itu penting tetapi sekedar menyenangkannya untuk menghasilkan sesuatu untuk diri sendiri.

Dalam hubungan dengan 'memenangkan teman' Dale cenderung mengarahkan kepada tertariknya orang untuk menjadi teman bisnis, tetapi Dale tidak mendorong terciptanya kesetiakawanan yang mendalam (friendship).


2. Napoleon Hill

Mengembangkan lebih lanjut manipulasi diri dengan mind cure ini. Ia menulis buku The Law of Success dan How to SeH Your Way Through Life. Ia memberikan harapan sukses dalam pergaulan dan bisnis melalui pemikiran yang positif dan optimis. Ia menulis buku terkenal 'Think and Grow Rich' dan mengungkapkan bahwa dibalik getaran manusia akan ketakutan, kemiskinan, penderitaan, penyakit dan kegagalan yang tertanam dalam bawah sadar, ia melihat adanya getaran akan kemakmuran, kesehatan, dan kekayaan dan kebahagiaan.

Dalam hubungan dengan itu Hill mengajarkan bahwa manusia bisa menyelaraskan diri dengan getaran kemakmuran dengan cara berulang-ulang melakukan pengakuan akan sukses dan kemakmuran yang positif.


3. Norman Vincent Peale

Bekerjasama dengan seorang ahli jiwa psikoanalis Smiley Blanton murid ahli jiwa Sigmund Freud. 20 tahun setelah dimulainya kerjasama itu, klinik psikologi-agamani yang didirikan mereka di Marble Collegiate Church mengalami sukses.

Dalam bukunya The Art of living, Peale menyodorkan bentuk kekristenan yang bersifat pelarian (Christianity of Escape). Dalam situasi Amerika pasca-Perang Dunia II dimana Amerika Serikat masyarakat mengalami kekosongan rohani, buku hiburan demikian segera meledak dan dicari orang. Mengikuti pendapat ahli jiwa William James tentang Enerji Manusia, ia menyebutkan bahwa "kekristenan terapan ditujukan untuk menolong manusia menggali kekuatan batin (inner power) dalam dirinya.

Peale mengajar kekuatan sugesti pikiran manusia (mind power/positive thinking) yang dapat digunakan untuk mengatasi semua masalah yang dihadapi manusia. Semua usaha itu ditujukan agar manusia memperoleh "sukses dan kesembuhan pikiran" berupa "sukses materi dan status sosial yang lebih tinggi". Karena daya tarik inilah Peale mulai dikenal sebagai pelopor gospel of success and mind cure atau gospel of positive thinking. Buku-bukunya tidak saja ditujukan bagi orang Kristen tetapi ditujukan kepada umum. Prinsip Peale yang digali dari pandangan ahli jiwa William James beranggapan bahwa dalam batin manusia bawah-sadar ada kekuatan tersembunyi yang tidak berhingga yang belum dimanfaatkan dan digali dan sumber sukses itu sudah ada dalam bejana bawah sadar itu.

Menurut Peale tugas manusia adalah meyakinkan diri bahwa hanya pikiran yang baik sajalah yang memenuhi batinIbawah sadar kita, sebab batin/ bawah sadar hanya akan mengembalikan apa yang masuk ke dalamnya.

Bila Peale sudah memulai mencetuskan Kekuatan Batin/Pikiran sebagai sumber sukses, maka Robert Schuller melanjutkannya dengan istilah Possibility Thinking yang tidak lain sebenarnya nama lain Positive Thinking. Buku-buku Schuller umumnya diberi kata pengantar oleh Peale.
Schuller memiliki gagasan mengembangkan The Positive Possibility Thought yaitu cara berfikir demi kemungkinan yang positif. Mirip dengan Peale, Schuller memberikan harapan iman kepada pendengarnya seperti tema-tema "Iman yang dapat memindahkan gunung" dan "Bagaimana menjadikan impian kita nyata" yang tentunya menarik. Para pendengar didorong untuk berfikir secara positif untuk mencari kemungkinan-kemungkinan baru demi mencapai sukses duniawi baik dalam perkawinan, bisnis, reputasi dan karir. Cara berfikir itu dikembangkan dengan membangun Crystal Cathedral yang mewah yang dengan pengkotbah pertama Norman Vincent Peale.

Dalam "Self Love", ia mengemukakan bahwa cinta diri merupakan "The Dynamic Force of Success" dan mendorong kita "Belajar mencintai diri sendiri rahasia kebahagiaan dalam hidup, cinta dan segala sesuatu yang kita lakukan", bahkan dikatakannya bahwa Cinta Diri adalah keselamatan:



5. BEHAVIOUR TRANS FORMATION


Bila kekuatan dalam diri manusia dalam manisme dan dinamisme bisa diolah melalui meditasi, pernafasan, dan gerak untuk menghasilkan kekuatan tertentu dalam diri manusia untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan, dan bila kekuatan itu kemudian dimanipulasikan melalui mind cure dalam New Thought, maka pada abad-20 kekuatan yang sama dimanipulasikan melalui faham Positive Thinking. Di tengah kedua abad-20, sejalan dengan kebangunan faham New Age (gerakan zaman baru), Positive Thinking sebagai proses pemikiran berkembang dalam Behaviour Transformation melalui seminar-seminar pelatihan pengembangan potensi diri. (Human Potential Development Training).

Pada prinsipnya gerakan pengembangan potensi diri mengajak orang-orang untuk menyadari kemampuan dalam diri manusia yang tidak terbatas/terhingga (a.l, melalui positive thinking), untuk mencapai kehidupan yang berhasil, damai, sukacita, cinta, dan hidup berkelimpahan di bumi ini.


a. Mind Dynamics

Mind Dynamics dapat disebut perintis Pelatihan Pengembangan Potensi Diri, didirikan Alexander Everett, pendeta Unity Church. Pada tahun 1968 ia mendirikan Mind Dynamics. Unity Church senafas dengan Christian Science yang menjadikan agama sebagai kendaraan untuk mengembangkan daya pikir manusia untuk mencapai cita-cita kesejahteraan di bumi. Unity juga mengadopsi ajaran Hinduisme yang menganggap Tuhan hanya sekedar kekuatan energi semesta yang tidak berpribadi (monisme), mempercayai reinkarnasi dan menganggap dosa dan kejahatan hanya sekedar ilusi. Alexander mengakui bahwa MD dikembangkan dari beberapa ajaran spiritual seperti Theosophy, Rosicrucianisme (percayai Kristus sederajat dengan tokoh agama lain dan bersifat roh yang mendiami tubuh Yesus dan manusia yang bisa dibangunkan dengan amal baik), Egyptology, Silva Mind Control (visualisasi dan meditasi dapat memanfaatkan kekuatan okult dari diri untuk tujuan pengembangan diri).

Sukses dan praktek MD yang oleh Ikatan Psikolog Amerika (APA) disebut mempraktekkan pencucian otak (brainwashing) dan manipulasi kejiwaan itu berjalan di luar kontrol sehingga menimbulkan reaksi keras banyak peserta yang mengalami kejutan mental sehingga kedua bentuk pelatihan itu ditutup menyusul gugatan-gugatan ganti rugi.

Kematian Mind Dynamics dan Leadership Dynamics, menyebabkan para in strukturnya memisahkan diri dan membentuk organisasi pelatihan baru dengan nama masing-masing, namun menjalankan prinsip pelatihan yang tidak beda jauh dari induk asal mereka, a.l.:
Bob White, Randy Revell, Charlene Afrenow, dan John Hanley mendirikan Iifespring (1974).
Jim Cook pelatih Lifespring mendirikan Asia Works di Hongkong.


b. Lifespring

Lifespring didirikan John Hanley berbentuk kelompok-kelompok berbasis seminar yang berfokuskan introspeksi dan manipulasi kenyataan dan menciptakan manusia yang berkuasa atas kehidupannya sendiri. Iifespring menekankan bahwa 'kebenaran' (truth) adalah konsep yang relatif yang bisa diartikan macam-macam. Sumber 'kebenaran' terletak pada 'pusat' (core) jiwa manusia. Pusat ini berisi 'kebenaran' juga cinta dan identitas. Tujuan Lifespring adalah untuk mengeluarkan 'pusat kebenaran' itu dan mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Diyakinkan bahwa ini bisa diperoleh melalui latihan-latihan Lifespring.
Dalam publikasi Iifespring Family News, disebutkan bahwa:

"Seminar memanfaatkan prinsip-prinsip, konsep-konsep intelektual, dan tehnik yang paling effektif dari ... parashychology ... dan disiplin Timur" (VoU, No.2).

The Iifespring Level yang baru, dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi individu dalam penguasaan perasaan dan kemampuan. Dalam pelatihan ini peserta dipaksa menghadapi ketakutan dan menguasainya, seperti latihan 'berjalan di atas bara api' (firewalking) dan 'berjalan di atas tali' (the Ropes Course).


c. Asia Works

Asia Works adalah cucu Mind Dynamics melalui ayah Iifespring. Adalah Jim Cook mantan instruktur Lifespring yang membuka Asia Works di Hongkong (1992). Asia Works kemudian membuka cabang di Indonesia (1997).

Pelatihan Asia Works masih mengikuti pola pelatihan Lifespring yang mula-mula. Pada tingkat Basic Training, peserta diajak belajar melalui pengalaman hidupnya. Mereka diajak melihat kembali kebiasaan-kebiasaan yang selalu dilakukan setiap hari, lalu menimbang kebiasaan mana yang harus diteruskan bahkan ditingkatkan serta mana yang harus ditinggalkan. Dengan proses mengingat (reminding) diharap kehidupan peserta bertambah baik dan effektif.

Pada tingkat Advanced Training, peserta melakukan lokakarya untuk mencari solusi atas masalah secara intensif. Pada tingkat Leadership Program, peserta belajar bagaimana dan apa artinya menjadi pemimpin dalam hidup mereka sendiri. Mereka merancang tujuan dan program tiga bulan yang ingin dicapai.

Daya tarik dari pelatihan Asia Works selain karena para instruktur adalah orang-orang Amerika yang berbahasa Inggeris dan peserta diusahakan agar termotivasi untuk mencapai tingkat kehidupan yang lebih tinggi, juga suasana diusahakan bersifat kekeluargaan sehingga ikatan antar peserta dan antar peserta dengan instruktur menjadi erat.

Behaviour Transformation training menarik karena meletakkan tanggung jawab hidup pada diri sendiri yang dicapai dengan kekuatan sendiri.



6. KESIMPULAN


Kita sudah melihat bahwa apakah itu Manisme & Magisme kuno, Mind Cure, Positive Thinking, maupun Behaviour Transformation, semuanya percaya adanya kekuatan dalam diri manusia. Yang membedakan adalah kegunaaan dan cara menggunakannya. Positive Thinking adalah salah satu cara menggali potensi/kekuatan tersembunyi bawah sadar itu.
Beberapa kesimpulan bisa diambil sebagai berikut:

(1) Konsep 'Yang Satu' berupa Tenaga, Kekuatan (Force/Power) dan Mana, merupakan konsep mistik yang meniadakan Tuhan yang berpribadi (The Force menggantikan 'God');

(2) Konsep kekuatan yang inheren dalam diri manusia, berarti meninggikan manusia setara Tuhan (slogan New Age: I am God);

(3) Usaha manusia menguasai kekuatan itu menjadi kebal, sakti, bersifat ilahi, dan mencapai kemakmuran, menunjuk ke jalan keselamatan di luar Tuhan;

(4) Positive Thinking sebagai salah satu j alan menguasai kekuatan itu melalui pikiran, mengabaikan realita bahwa pikiran itu pada hakekatnya terbatas dan bahwa manusia itu tidak sempurna dan telah jatuh, dan keduanya perlu ditebus dan dikuduskan;

(5) Pandangan yang optimis akan keselamatan melalui jalan pikiran (mind cure / positive thinking) mengabaikan dosa yang diidap manusia yang sebenarnya membutuhkan pertolongan Tuhan;

(6) U mat Kristen perlu berfikir positif, namun pikiran positif yang alkitabiah bukan merupakan usaha manusia yang ditujukan untuk mencapai keselamatan dengan kekuatan sendiri, melainkan karena umat Kristen sudah diselamatkan, ia patut bersyukur dan berbuahkan pemikiran yang positif;

(7) Umat Kristen perlu berhati-hati dalam berurusan dengan New Age (gerakan zaman baru) yang berpusat manusia karena dibaliknya bersembunyi kekuatan okult. Dan roh-roh dunia;

(8) Sejarah praktek kekuatan pikiran (mind power) tidak lepas dari sifatnya yang menolak Allah dan manusia ingin menj adi Allah.

Alkitab menceritakan kepongahan Menara Babel dan Lucifer yang menyombongkan kemampuan dirinya, karena itu Tuhan melalui nabi Yeremiah mengatakan agar kita:

"tidak mengandalkan manusia, kekuatannya sendiri, dan hatinya menjauhi Tuhan" (Yeremia 17: 5)
"diberkati orang yang mengandalkan Tuhan dan menaruh harapannya pada Tuhan (Yeremia I 7: 7)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

morzing.com dunia humor dan amazing!