PPC Iklan Blogger Indonesia

Kamis, 09 Juni 2011

Sekolah Penolak Hormat Bendera Anut Bid'ah Zaman Nabi

KARANGANYAR- Kasus dua sekolah di Karanganyar, Jawa Tengah yang menolak menghormat bendera merah putih terus bergulir. Selama ini pihak sekolah, beralasan bahwa hormat bendera adalah bid’ah dan bisa dikategorikan sebagai musyrik.

Menurut penyuluh agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Zuhaid, bid’ah yang dipahami oleh Yayasan Perguruan Al Irsyad Al Islamiyah Tawangmangu adalah bid’ah dholalah.

Pengertian ini membuat semua yang tidak dilakukan di masa Nabi Muhammad SAW, juga tidak perlu dilakukan di masa kini. Penghormatan bendera dianggap sebagai pemujaan dan menduakan Allah SWT, sehingga yang melakukannya dianggap sesat serta akan kehilangan amal ibadahnya sebagai seorang Muslim.

Zuhaid yang lama tinggal dan belajar di Arab Saudi ini juga menuturkan, bahwa ada perbedaan pandangan mengenai bid’ah. Beberapa ulama seperti Imam Syafi’I dan imam Ibnu Syiri menganggap bid’ah, dibagi menjadi dua.

“Ada bid’ah hasanah dan bid’ah sayyi’ah. Sebagian besar umat Islam di Indonesia, menganut paham syafi’i maka mereka pun mengikuti paham bid’ah dibagi menjadi dua tersebut,” jelas Zuhaid.

Dengan demikian penghormatan bendera, semua dikembalikan kepada niat. Jika niatnya murni untuk menghormati simbol Negara, maka tak perlu takut dikatakan musyrik.

“Selama penghormatan itu tidak berkembang menjadi pemujaan, saya rasa tidak ada masalah. Muslimin baru dikatakan musyrik, apabila dia menduakan Allah SWT dengan menyembah sesuatu (benda mati) selain apa yang diajarkan dalam Alquran,” tambahnya.

Mengenai upaya pembinaan yang akan dilakukan terhadap dua sekolah tersebut, pihak Kemenag Karanganyar akan mendukung sepenuhnya pemerintah kabupaten.
(Widi Nugroho/RCTI/kem)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

morzing.com dunia humor dan amazing!