PPC Iklan Blogger Indonesia

Kamis, 14 April 2011

Rumah Sakit Bersejarah di Indonesia

Keberadaan negara Indonesia sampai saat ini tidaklah luput dari sejarah Indonesia yang panjang. dibidang kesehatan, terdapat beberapa rumah sakit bersejarah yang wajib untuk kita ketahui. Beberapa di antaranya menjadi cikal bakal rumah sakit besar saat ini. Berikut sedikit ulasan tentang rumah sakit tersebut.
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta
RSCM yang terletak di Jalan Diponegoro No. 71, jakarta Pusat ini, dulunya bernama Central Burgerlijke Zieekenninriching dan umumnya dikenal sebagai CBZ. Rumah sakit ini dibangun sekitar tahun 1919 sampai 1926 menggunakan arsitektur Eropa. Sejarah RSCM juga tidak terlepas dari sejarah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, karena perkembangan kedua instansi ini saling tergantung dan saling mengisi satu sama lain. Pada tahun 1896, Dr H. Roll ditunjuk sebagai pimpinan pendidikan kedokteran di Batavia (Jakarta), saat itu laboratorium dan sekolah Dokter Jawa masih berada pada satu pimpinan. Kemudian tahun 1910, Sekolah Dokter Jawa diubah menjadi STOVIA, cikal bakal Fakultas Kedokteran Universita Indonesia.
Rumah Sakit Cikini
Rumah Sakit PGI Cikini atau biasa disebut RS Cikini adalah rumah sakit swasta yang tidak bertujuan untuk meraih keuntungan finansial. Lokasinya di Jalan Raden Saleh Nomor 40, Cikini, Jakarta Pusat. Rumah sakit seluas 5,6 hektar dengan konsep kamar rawat bernuansa taman ini didirikan pada 12 Januari 1898 oleh Ny. Adriana Josina de Graaf-Kooman, istri misionaris Belanda, dengan nama RS Ratu Emma (Verenig-ing voor Ziekenverpleging Koningen Emm Ziekenhuis Tjikini). Tujuannya adalah merawat orang-orang sakit dari berbagai golongan masyarakat tanpa memandang kedudukan dan untuk semua suku, bangsa, dan agama. Ratu Emma membeli bekas rumah pelukis kenamaan Raden Saleh di Menteng (Huis van Raden Saleh) untuk mendirikan rumah sakit ini. Rumah Sakit Ratu Emma berubah nama menjadi Rumah Sakit Tjikini pada 1 Agustus 1913
Rumah Sakit Umum Panti Rapih, Yogyakarta
Rumah Sakit Panti Rapih adalah salah satu rumah sakit swasta terbesar di Yogyakarta yang dikelola oleh Yayasan Panti Rapih. Yayasan ini didirikan oleh Ordo Katolik Carolus Borromeus. Pada 14 September 1929, rumah sakit dibuka secara resmi oleh Sultan Hamengkubuwono VIII sebagai RS Onder de Bogen (di bawah lengkungan/gereja). Kebanyakan pasien yang dirawat adalah orang-orang Belanda dan pejabat/ keluarga Kraton. Tahun 1942 Jepang menguasai Indonesia. Dinas kesehatan Tentara Jepang mengambil alih rumah sakit dan memaksa pengelola untuk mengganti nama rumah sakit dari bahasa Belanda menjadi bahasa Indonesia. Oleh Uskup Semarang Mgr. Soegijapranata, S.J., nama rumah sakit diganti menjadi RS Panti Rapih ("Pengobatan"). Pada saat perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, RS Panti Rapih banyak merawat para pejuang, salah satunya adalah Jendral Soedirman pada 1948.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

morzing.com dunia humor dan amazing!