
MEDAN - Informasi yang beredar dikabarkan Sholat boru Batubara mengalami frustasi. Warga Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal itu juga dikabarkan dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) Jakarta.
Namun hal itu dibantah oleh Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut Syahrul Isman. Menurutnya Sholat dalam keadaan sehat dan didampingi oleh kawan-kawan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Walhi, Kontras dan lainnya di Jakarta.
Ia membenarkan keadaan trauma yang dialami korban penembakan aksi demo PT Sorik Mas Mining (SMM). “Pasca inseden memang mengalami traumatik, tapi sekarang sudah berkurang sekarang sudah sehat,” ujarnya kepada Waspada Online, malam ini.
Pasca penembakan yang menimpanya, gadis berumur 19 tahun ini sering mengalami muntah-muntah dan sering pingsan. Hal ini juga terjadi pada saat Sholat memberikan keterangan di depan wartawan Selasa (31/5) di kantor Bistra Indonesia, Jalan Bahagia By Pass No 11/35 Medan.
Tetapi sekarang ini kondisi Sholat menurut Syahrul sudah lebih sehat dan tidak pernah dirawat di RSCM Jakarta. “Konsidinya sudah sehat dan sudah berkurang dari traumatik, tapi kalau kekhawatiran pasti ada,” ujarnya.
Sholat dibawa ke Jakarta kemarin oleh sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti Walhi, YLBHI, Kontras dan lainnya dalam rangka melakukan upaya hukum terhadap kasusnya. Sholat sempat dijadikan tersangka oleh Kapoldasu. Namun dicabut kembali karena tidak cukup bukti.
“Sekarang ini posisi Sholat di kantor YLBHI Jakarta, di sana didampingi kawan-kawan nasional untuk melakukan upaya hukum. Hari ini telah melapor ke Devisi Propam (Profesi dan Pengamanan) Mabes Polri,” ujarnya.
Editor: SASTROY BANAGUN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar